Site icon Gilabola.com

De Laet Ungkap Momen Saat Ia Mengira Telepon Sir Alex Ferguson Hanya Lelucon

Ritchie De Laet saat berkarir di Manchester United

Gilabola.com – Ritchie De Laet mengungkap pengalaman awal yang tidak pernah dia bayangkan ketika sang agen memberi tahu bahwa Sir Alex Ferguson ingin merekrutnya ke Manchester United.

Dia mengaku sempat menutup telepon karena merasa kabar tersebut hanya sebuah lelucon, padahal saat itu ia sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Belgia setelah gagal mendapat kesempatan bermain di Stoke City.

Meski akhirnya hanya tampil tiga kali, dia menyebut masa singkat di Old Trafford sangat berarti dan mengapresiasi dukungan besar dari Gary Neville.

De Laet menjelaskan bahwa ia berada pada masa sulit selama kontraknya di Stoke City. Dia belum pernah tampil di tim utama dan lebih sering dipinjamkan, termasuk ke Wrexham. Posisi tersebut membuatnya berpikir untuk kembali ke Belgia demi memulai ulang kariernya.

Dia mengatakan bahwa sang agen memberi kabar bahwa dia mungkin menuju Manchester United. Kabar itu membuatnya mengira sang agen sedang bercanda karena situasi kariernya saat itu tidak menjanjikan.

De Laet mengaku segera menutup telepon karena merasa tidak mungkin klub besar seperti Manchester United menginginkan dirinya. Dia menuturkan bahwa sang agen langsung menelepon kembali untuk menegaskan bahwa informasi itu benar adanya.

Sebelum kabar tersebut datang, De Laet sempat serius mempertimbangkan pulang ke Belgia. Dia merasa peluang bermain di Inggris mulai tertutup dan butuh tempat baru untuk berkembang.

Dia kemudian memutuskan menerima kesempatan bergabung dengan Manchester United setelah diyakinkan bahwa tawaran itu bukan gurauan. Di menjelaskan bahwa dia datang dengan tekad kuat untuk memberikan yang terbaik meski tahu peluangnya tidak besar.

Pengalaman di Old Trafford dan Peran Gary Neville

De Laet hanya mencatat tiga penampilan untuk Manchester United, namun dia menyebut tidak pernah menyesali keputusannya. Dia merasa pengalaman itu sangat berharga bagi perjalanan kariernya.

Dia mengungkap bahwa Gary Neville adalah sosok yang memberinya banyak bimbingan. Dia mengatakan bahwa Neville sering menariknya setelah latihan untuk memberikan masukan.

Menurut De Laet, Neville selalu menunjukkan keinginan menang dalam latihan maupun pertandingan internal. Sikap kompetitif itu memberinya gambaran tentang standar tinggi di klub.

Dia mengenang momen ketika tim U-21 mengalahkan tim utama dalam sesi latihan. Dia menyebut Neville bereaksi sangat keras kepada rekan-rekannya di tim senior karena tidak menerima kekalahan.

De Laet menuturkan bahwa sikap Neville di punditry sama seperti saat dia menjadi pemain, karena menurutnya Neville selalu berbicara apa adanya. Dia menganggap sebagian besar komentar Neville biasanya tepat sasaran.

Meski kariernya di Old Trafford tidak panjang, De Laet menyebut bahwa dia sangat berterima kasih atas pengalaman tersebut. Dia merasa kesempatan itu mengubah perkembangan mental dan profesionalismenya.

Dia menambahkan bahwa keputusan tidak pulang ke Belgia saat itu menjadi salah satu titik penting dalam kariernya. Dia menilai bahwa jika dia tidak memberi peluang pada tawaran itu, dia mungkin tidak akan mendapatkan pengalaman berharga yang membentuk dirinya sebagai pemain.

Exit mobile version