Bursa transfer Januari 2026 resmi dibuka dengan perubahan besar pada tenggat waktu penutupan, memberi Manchester United, Manchester City, dan klub Premier League lainnya waktu lebih panjang untuk menyelesaikan urusan transfer.
Jendela transfer yang biasanya berakhir di akhir Januari kini ditutup pada Senin, 2 Februari pukul 19.00 waktu Inggris, sementara klub peserta kompetisi UEFA masih mendapat tambahan waktu pendaftaran hingga 5 Februari.
Perubahan ini membuat klub memiliki ruang manuver ekstra untuk memperkuat skuad pada paruh kedua musim. Manchester United yang kini ditangani Ruben Amorim dan Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola sama-sama berada dalam posisi membutuhkan konsistensi demi menjaga peluang lolos ke Liga Champions musim depan.
Jendela transfer paruh musim sendiri pertama kali diperkenalkan pada musim 2002/2003. Sejak saat itu, Januari menjadi periode penting bagi klub untuk menambal kekurangan atau mengantisipasi cedera dan penurunan performa pemain.
Biasanya, bursa transfer Januari hanya berlangsung selama satu bulan penuh sejak 1 Januari. Namun pada 2026, Premier League memberikan kelonggaran waktu beberapa hari lebih lama untuk menyelesaikan kesepakatan pemain.
Keputusan ini membuat deadline day jatuh pada awal Februari. Meski demikian, waktu penutupan tetap lebih awal dibandingkan beberapa tahun sebelumnya karena berakhir pada pukul 19.00, bukan larut malam.
Dampak Langsung bagi Klub Premier League
Dengan tenggat baru ini, Manchester United memiliki waktu tambahan untuk mengevaluasi kebutuhan skuad. Ruben Amorim diyakini ingin menambah kekuatan di beberapa sektor setelah inkonsistensi performa pada paruh pertama musim.
Manchester City juga berada dalam situasi serupa. Pep Guardiola masih membuka peluang untuk memperkuat timnya, terutama jika ada peluang pasar yang dianggap tepat secara kualitas dan finansial.
Premier League juga memberikan mekanisme tambahan berupa deal sheet. Jika kesepakatan tercapai menjelang penutupan bursa, klub masih diberi waktu ekstra untuk menyelesaikan administrasi agar transfer tetap sah.
Aturan ini diharapkan mengurangi kekacauan administratif yang kerap terjadi pada deadline day, sekaligus memberi staf klub jadwal kerja yang lebih manusiawi.
Bagi klub yang tampil di kompetisi Eropa, ada keuntungan tambahan. Mereka memiliki waktu hingga tengah malam pada Kamis, 5 Februari, untuk mendaftarkan pemain ke skuad fase gugur UEFA.
Tidak semua liga Eropa menerapkan jadwal yang sama. Bundesliga Jerman dan Ligue 1 Prancis membuka jendela transfer pada 1 Januari, sama seperti Premier League, dengan deadline yang seragam.
Serie A Italia dan La Liga Spanyol membuka bursa sehari lebih lambat, yakni 2 Januari. Namun La Liga memberi waktu lebih panjang pada hari terakhir dengan penutupan hingga pukul 23.00 waktu Inggris.
Beberapa liga justru memberi kelonggaran lebih besar. Portugal menutup bursa pada 3 Februari, sementara Austria, Yunani, dan Turki baru menutup jendela transfer pada 6 Februari.
Swiss bahkan menjadi pengecualian terbesar karena masih membuka pasar transfer hingga 16 Februari. Perbedaan ini sering dimanfaatkan klub untuk transfer lintas liga di detik-detik akhir.
Meski deadline Januari 2026 berlangsung lebih lama, Premier League tetap memilih jam penutupan lebih awal. Kebijakan ini mengikuti perubahan serupa pada bursa transfer musim panas yang ditutup pukul 19.00.
Alasan utama perubahan jam tersebut adalah kesejahteraan staf klub dan otoritas liga, agar tidak lagi bekerja hingga larut malam pada hari terakhir bursa.

