Deretan Pemain Yang Buat Arsenal Gagal Lolos Ke Kompetisi Eropa!

Rapor pemain Arsenal sepanjang musim 2019-2020

Gilabola.com – Arsenal telah menjalani musim terburuk mereka di Premier League ketika terdampar di urutan ke-8 klasemen dan gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Meski memang masih ada satu harapan lain di luar liga, yakni melalui kompetisi Piala FA dengan mereka akan menghadapi Chelsea di partai final yang akan digelar pada Sabtu (1/8) WIB.

Tentu saja para pemain yang paling bertanggung jawab atas kegagalan The Gunners musim ini, meski sebagian dari mereka sebenarnya sudah melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Berikut rapor pemain pasukan Mikel Arteta sepanjang musim ini menurut koresponden Arsenal David Seager melalui SunSports.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Bernd Leno (Skor 8) Kiper Jerman melakukan pekerjaan luar biasa sebelum menderita cedera melawan Brighton. Penyelamatan-penyelamatan Leno sering memberikan keajaiban bagi Arsenal dan menyelamatkan banyak poin bagi mereka di tengah pertahanan tim yang buruk.

Emiliano Martinez (Skor 8)  Kiper Argentina tampil mengagumkan sejak menggantikan Leno, banyak melakukan aksi penyelamatan gemilang, dengan kualitasnya seolah-olah dia adalah kiper utama klub.

Hector Bellerin (Skor 6) Sering absen sebelumnya karena masalah cedera, bek Spanyol mulai secara rutin kembali ke skuad. Meski sentuhannya tak seeksplosif sebelumnya, Bellerin masih cukup layak diandalkan di bek kanan.

Sead Kolasinac (Skor 5) Bek Bosnia bisa dimainkan sebagai wingback kiri, fullback kiri, ataupun bagian dari trio bek tengah sejajar. Sayang permainannya kurang efektif, dengan permainan defensifnya membuatnya sering terekspos kecepatan lawan.

Ainsley Maitland-Niles (Skor 6,5) Menunjukkan kilasan bakat yang menjanjikan. Semakin berguna karena bisa dimainkan sebagai bek sayap defensif atau lebih didorong ke depan sebagai wingback.

Kieran Tierney (Skor 8) Setelah absen lama karena cedera, pemain asal Skotlandia itu telah kembali dan menunjukkan kemampuannya yang tak diragukan, baik dalam tugas bertahan maupun menyerang. Tak hanya itu, Tierney juga sama baiknya saat dimainkan sebagai bek kiri ataupun sebagai bagian dari trio bek tengah sejajar.

David Luiz (Skor 4,5) Permainan yang masih jauh dari konsisten. Kadang bermain solid di belakang, tapi tak jarang melakukan blunder yang berakibat fatal. Luiz bahkan jadi pemain yang paling banyak memberi penalti pada lawan musim ini (5).

Sokratis (Skor 4) Dibekukan di bawah asuhan Mikel Arteta, pemain Yunani itu sebelumnya menjadi pemain reguler di bawah asuhan Unai Emery di awal musim, tetapi kurang konsisten.

Calum Chambers (Skor 6) Bek Inggris sempat secara konsisten masuk ke dalam line up utama Arsenal sampai cederanya membatasi penampilannya di musim ini. Masalah cedera ACL mungkin bisa mengorbankan masa depannya di Arsenal.

Shkodran Mustafi (Skor 6) Bek Jerman tampak terlahir kembali di bawah asuhan Mikel Arteta, tampil solid dan menjadi bek tengah terbaik yang dimiliki Arsenal saat ini. Sayang dia mungkin akan absen di final Piala FA.

Granit Xhaka (Skor 7) Setelah memiliki masa-masa suram yang membuatnya kehilangan ban kapten di bawah asuhan Unai Emery, gelandang Swiss telah kembali lebih kuat dan menunjukkan performa terbaiknya lagi.

Dani Ceballos (Skor 7,5) Pemain Spanyol Internasional sekarang telah mulai menemukan peran yang nyaman di lini tengah Arsenal, menjadi sumber kreativitas dan membuat pihak klub kini bekerja untuk mempermanenkannya.

Matteo Guendouzi (Skor 5) Di awal musim, Guendouzi menunjukkan penampilan yang penuh semangat juang dan penampilan dinamisnya sangat berguna baik dalam tugas defensif maupun ofensif. Sayang kini bermasalah dengan sikapnya dan di usianya yang masih muda, banyak yang berharap dia bisa berubah dan menjadi pemain top.

Lucas Torreira (Skor 5) Musim yang tidak konsisten karena peran yang berbeda di bawah pelatih yang berbeda dan sempat mengalami cedera yang buruk yang membuat performanya kini sangat mengecewakan.

Joe Willock (Skor 5) Banyaknya pemain cedera membuat Joe Willock mendapatkan cukup banyak kesempatan tampil di bawah asuhan Mikel Arteta. Belum benar-benar menunjukkan performa istimewa, tapi cukup menjanjikan.

Mesut Ozil (Skor 4) Sekali lagi kembali terpinggirkan dari skuad di bawah asuhan pelatih yang berbeda. Dengan gaji yang luar biasa mahal, etos kerja Mesut Ozil selalu dipertanyakan dan bahkan membuatnya dicap sebagai pemain terburuk saat tanpa bola.

Bukayo Saka (Skor 7) Menunjukkan banyak kualitas menjanjikan yang membuat fans mulai berharap banyak padanya. Bahkan kini dipercaya mengenakan jersey no 7 untuk musim depan.

Gabriel Martinelli (Skor 7) Martinelli sempat dipuji Jurgen Klopp sebagai talenta muda terbaik di Premier League dengan bintang Brasil sempat mencetak 3 gol di 14 penampilannya, tapi kini terhenti karena cedera.

Nicolas Pepe (Skor 7) Memulai musim perdananya dengan kesulitan beradaptasi pada lingkungan baru dan terbebani oleh bandrol mahalnya senilai 1,37 triliun rupiah, tapi belakangan performanya mulai membaik dan lebih efektif, mencetak 5 gol dan 6 assist bagi Arsenal.

Alexandre Lacazette (Skor 5,5) Performa yang cenderung kurang konsisten untuk pemain sekaliber Lacazette. Bomber Prancis sempat terpinggirkan dari starting XI, meski belakangan mulai dipercaya kembali ke line up dengan beberapa progres pada performanya.

Eddie Nketiah (Skor 6) Mengambil kesempatan ketika Lacazette dipinggirkan. Penyerang 21 tahun turut menyumbang 3 gol dan 1 assist dari 17 penampilannya di Premier League.

Reiss Nelson (Skor 4,5) Kurang banyak mendapatkan kesempatan karena Arteta lebih menyukai Pepe dan Saka. Bakatnya tidak diragukan, tetapi tidak memiliki cukup banyak kesempatan untuk menunjukkannya kapasitasnya. Hanya mengemas 1 gol dalam 17 penampilan, umumnya sebagai pengganti.

Pierre Emerick-Aubameyang (Skor 9) Bisa dibilang satu-satunya pemain kelas dunia yang dimiliki dan bisa dibanggakan Arsenal saat ini. Ketajamannya telah luar biasa musim ini, mencetak 22 gol dan hanya kalah 1 gol dari top skor Jamie Vardy.