Site icon Gilabola.com

Dibeli Mahal-Mahal Tapi Nggak Bisa Lari, Bek Chelsea 1,4 Trilyun Ini Panen Kritikan

Dibeli Mahal-Mahal Tapi Nggak Bisa Lari, Bek Chelsea 1,4 Trilyun Ini Panen Kritikan

Wesley Fofana dibuat tak berdaya saat mengejar pemain berusia 30 tahun Mislav Orsic selama kekalahan Chelsea di kandang Dinamo Zagreb di Liga Champions.

Rekrutan anyar Chelsea Wesley Fofana mendapatkan panen kritikan usai dia dianggap bersalah atas gol kebobolan yang diderita timnya untuk membuat pasukan Thomas Tuchel harus menderita kekalahan dengan skor 1-0 dari Dinamo Zagreb di laga pembuka Grup E Liga Champions mereka di Stadion Maksimir pada Selasa (6/9) malam WIB, seperti diberitakan BT Sport.

Raksasa London Barat langsung menggempur pertahanan tuan rumah sejak menit pertama pertandingan, sayangnya para penyerang seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Raheem Sterling, Kai Havertz, dan Mason Mount semua gagal memaksimalkan peluang mereka di depan gawang.

Keasyikan menyerang, Chelsea mendapatkan serangan balik cepat saat Kalidou Koulibaly kalah dalam duel udara dan bola kemudian mengarah ke Mislav Orsic yang langsung berlari ke arah gawang Edouard Mendy. Wesley Fofana berusaha mengejar, tapi bek muda itu tak mampu menandingi kecepatan striker berusia 30 tahun tuan rumah.

Pemain yang direkrut senilai Rp 1,4 Trilyun dari Leicester City selama musim panas itu bermain sebagai bek terdalam The Blues di pertandingan itu, tapi kegagalannya dalam penutup gol penentu Zagreb membuatnya mendapatkan panen kecaman usai pertandingan dari trio pundit BT Sport Owen Hargreaves, Joleon Lescott dan Rio Ferdinand.

Hargreaves mengatakan, “Mereka membeli Fofana untuk alasan ini, untuk menekan lapangan, bermain tinggi, dia bisa berlari di belakang dan dia cepat. Tapi dia tidak terlihat terlalu eksplosif dalam hal itu.”

Lescott menimpali, “Thiago Silva tidak membiarkan itu terjadi. Saya pikir begitu banyak bek hanya ingin menunjukkan kecepatan mereka tetapi mereka tidak menghormati lawan dan kecepatan mereka yang mungkin lebih cepat dari Anda.”

Sementara Ferdinand menambahkan, “Dia harus melanggarnya, menabraknya, terserah, Anda adalah bek terakhir. Tapi dengar, ini adalah pertandingan pertamanya di level ini di Liga Champions, jadi Anda tidak bisa terlalu keras padanya. Tapi itu adalah sesuatu yang akan membuka matanya dan membuatnya sadar bahwa dia belum mencapai artikel yang sudah selesai.”

Exit mobile version