Site icon Gilabola.com

Dikit-dikit VAR, Derby London di Tottenham Seperti Reaksi Keras Wasit Untuk Kritik Terhadap VAR

Dikit-dikit VAR, Derby London di Tottenham Seperti Reaksi Keras Wasit Untuk Kritik Terhadap VAR

Gila Bola – Laga Derby London di kandang Spurs ini seperti menjadi jawaban korps baju hitam terhadap kritik pedas terhadap praktek VAR. Pada laga Newcastle vs Arsenal itu jadi pembahasan, demikian juga sebelumnya pertandingan Tottenham vs Liverpool.

Tadi malam dalam laga Spurs vs Chelsea terjadi praktek dikit-dikit VAR. Diawali dengan gol Son Heung-min, satu sesi VAR panjang berujung pembatalan gol sang kapten tuan rumah. Itu menit 13.

Lalu kemudian layar video pertandingan ditengok lagi menit 20 saat Raheem Sterling mencetak gol. Berujung dibatalkannya gol Chelsea dengan alasan ada handball lebih dulu. Menit 28 VAR lagi, dengan gol Moises Caicedo juga dibatalkan dengan alasan sudah offside.

Sesi Dikit-dikit VAR Masih Terus Berlanjut

Jika kamu menyangka bahwa dua pembatalan gol the Blues menjadi akhir dari sesi dikit-dikit VAR, Anda salah besar. Itu justru baru menjadi awal pembelajaran bagi para manajer Premier League bahwa sisa musim ini akan menjadi langkah pemberlakuan VAR yang lebih sering dan lebih keras lagi.

Praktek melihat layar video pertandingan dilanjutkan dengan pemberian kartu merah bagi Cristian Romero setelah gelandang Argentina itu sepertinya menyikat tulang kering satu pemain Chelsea.

Di insiden yang sama Cole Palmer mendapatkan hadiah penalti yang menyamakan kedudukan setelah Dejan Kulusevski membuka skor bagi tuan rumah saat pertandingan belum lagi berumur enam menit.

Babak Kedua Video Jadi Alasan Pengusiran Kedua Spurs

Destiny Udogie, sudah destiny-nya ia diusir karena VAR memperlihatkan secara jelas pelanggaran yang dilakukannya. Sang pemain Italia berusia 20 tahun itu sempat menangis di bahu Son sang kapten, setelah menyadari dirinya diusir.

VAR masih memainkan peranan setidaknya satu kali lagi saat membatalkan gol Eric Dier menit 79, yang seharusnya bisa menyamakan kedudukan bagi pasukan Ange Postecogolu.

Sang pelatih Australia itu secara aneh memaksa anak buahnya berdiri berjejer di garis setengah lapangan, bahkan ketika ia hanya memiliki SEMBILAN pemain saja. Kamu bisa melihat foto taktik gila Postecoglou itu di sini.

Skor Akhir 1-4 dan Dampaknya Bagi Chelsea dan Tottenham

Pertahanan tinggi di setengah lapangan lawan menjadi awal dari kekalahan Tottenham Hotspur, dengan tiga gol Nicolas Jackson terjadi setelah itu. Seluruhnya dengan skenario kurang lebih sama.

Skor akhir menjadi 1-4 bagi kemenangan the Blues dan itu sekaligus adalah kekalahan pertama the Lilywhites setelah selama 10 pekan pertama mereka tidak terkalahkan.

Spurs kini tertahan di posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris, gagal mengambil alih puncak klasemen dari tangan Manchester City. Tim Pep Guardiola 27 poin, Spurs 26, dan Chelsea naik ke urutan 10 klasemen dengan koleksi 15 poin.

Exit mobile version