
Gilabola.com – Manchester United menghadapi situasi yang cukup rumit terkait masa depan dua pemain mereka, Manuel Ugarte dan Joshua Zirkzee. Keduanya direkrut pada musim panas 2024 dengan kontrak jangka panjang, namun hingga kini belum mampu menunjukkan performa yang konsisten di Old Trafford.
Gelandang bertahan asal Uruguay dan penyerang asal Belanda tersebut berpotensi meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas mendatang, meskipun kontrak mereka masih tersisa beberapa tahun. Minimnya kesempatan bermain menjadi faktor utama yang memengaruhi situasi mereka, terlebih sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Di bawah arahan Carrick, baik Ugarte maupun Zirkzee lebih sering tampil sebagai pemain pengganti. Keduanya belum terlihat mendekati posisi sebagai starter. Pada bursa transfer Januari lalu, sempat muncul ketertarikan dari klub lain. Ajax dilaporkan berminat kepada Ugarte, sementara AS Roma ingin membawa kembali Zirkzee ke Serie A.
Manchester United memilih mempertahankan kedua pemain tersebut demi menjaga kedalaman skuad dalam upaya kembali ke Liga Champions. Namun, peluang untuk mendapatkan menit bermain reguler diperkirakan akan mendorong keduanya mempertimbangkan hengkang pada musim panas nanti.
Situasi Ugarte menjadi sedikit lebih kompleks setelah kepergian Casemiro. Gelandang asal Brasil berusia 34 tahun itu akan meninggalkan klub saat kontraknya berakhir pada akhir Juni.
Manchester United pun tengah merencanakan perombakan lini tengah dengan mendatangkan setidaknya dua pemain baru. Klub kemungkinan akan mengamankan rekrutan tersebut sebelum memutuskan masa depan Ugarte, yang kini juga dikabarkan masuk dalam radar Juventus.
Sementara itu, Zirkzee menghadapi persaingan ketat di lini serang. Beberapa pemain seperti Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha mampu mengisi posisi penyerang utama.
Selain itu, perubahan taktik yang menempatkan Bruno Fernandes kembali sebagai gelandang serang dan penggunaan hanya satu pemain nomor 10 semakin membatasi peluang Zirkzee.
Sebelumnya, pemain berusia 24 tahun itu sempat mendapatkan peran sebagai salah satu dari dua gelandang serang dalam formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Ruben Amorim sebelum ia diberhentikan pada Januari.
Sepanjang musim ini, Zirkzee baru tampil sebagai starter dalam empat pertandingan Liga Inggris dan terakhir kali bermain sejak ditarik keluar pada menit ke-45 saat menghadapi Wolves pada 30 Desember. Di era Carrick, ia hanya mencatatkan total 28 menit dari empat penampilan sebagai pemain pengganti.
Kondisi serupa juga dialami Ugarte. Ia telah menjadi starter dalam tujuh pertandingan liga musim ini, namun sejak penunjukan Carrick, ia hanya bermain selama 65 menit dari enam kali masuk sebagai pemain pengganti.
Tantangan lain bagi Manchester United adalah aspek finansial dalam potensi penjualan kedua pemain tersebut. Karena keduanya masih berada di awal masa kontrak, nilai buku mereka masih cukup tinggi.
Ugarte didatangkan dengan biaya sekitar Rp1,01 triliun (£50,5 juta) dari Paris Saint-Germain, dan saat ini nilai bukunya diperkirakan masih sekitar Rp600 miliar (£30 juta).
Sementara itu, Zirkzee direkrut dari Bologna dengan nilai sekitar Rp730 miliar (£36,5 juta), dengan estimasi nilai buku tersisa sekitar Rp438 miliar (£21,9 juta) pada musim panas nanti.
Jika Manchester United menjual keduanya di bawah nilai tersebut, maka klub akan mencatat kerugian secara akuntansi. Meski demikian, potensi penghematan gaji serta keuntungan dari transfer pemain lain bisa membantu menyeimbangkan kondisi keuangan klub.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!