Dua Legenda Arsenal Kecam Granit Xhaka Usai Diganjar Kartu Merah vs Liverpool

Dua legenda Arsenal tidak bisa menahan rasa frustrasinya ketika gelandang Granit Xhaka sekali lagi mendapat kartu merah selama laga imbang Arsenal melawan Liverpool di Anfield dalam laga leg pertama Piala Liga.

Leg pertama babak semifinal Piala Liga pada Jumat (14/1) dini hari WIB berakhir imbang tanpa gol dengan poin pembicaraan utama adalah seputar kartu merah Granit Xhaka setelah pertandingan baru berjalan 24 menit.

Gelandang internasional Swiss tersebut dengan ceroboh menendang dada penyerang tuan rumah Diogo Jota ketika mencoba untuk melakukan sapuan bola panjang dan pada gilirannya menggagalkan peluang mencetak gol sang penyerang yang mengakibatkan dia menerima pengusiran keluar lapangan.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Ini merupakan kartu merah kelima Granit Xhaka dalam karirnya di Arsenal sejauh ini dan keluarnya dengan cepat dari lapangan memaksa The Gunners harus bermain defensif selama sisa pertandingan, yang untungnya rekan-rekannya berhasil mempertahankan gawang mereka dari kebobolan dalam laga imbang tanpa gol melawan tuan rumah Liverpool.

Ian Wright pun langsung menyuarakan rasa frustrasinya dengan kartu merah gelandang 29 tahun tersebut, menuliskan di akun twitternya, “Berapa kali musim ini kami mengatakan ‘kami membutuhkan lebih banyak dari para pemain senior’?! Pertandingan demi pertandingan!!!”

Memang Arsenal begitu sering mengandalkan pemain muda mereka untuk membawa mereka melewati masa-masa sulit musim ini dengan Bukayo Saka, Emile Smith Rowe, Martin Odegaard, dan Gabriel Martinelli tampil bagus.

Mantan The Gunners lain Paul Merson juga ikut mengecam performa Granit Xhaka dalam pertandingan melawan Liverpool tersebut, menambahkan, “Dia selalu bermain dan setiap kali saya menonton dia berman, saya selalu bertanya, ‘Apa sih yang dia lakukan?'”

“Ketika dia bermain, dia selalu membuat kesalahan, mendapatkan kartu merah, atau diganjar kartu kuning karena pelanggaran konyol. Tapi dia selalu saja dimainkan. Padahal Arsenal bisa menjadi tim yang lebih baik saat dia berada dalam skuad.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO