Arsenal semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Premier League setelah mengalahkan Sunderland dengan skor meyakinkan. Martin Zubimendi dan Viktor Gyokeres menjadi sosok kunci dalam kemenangan ini, membawa The Gunners unggul sembilan poin dari pesaing terdekat mereka.
Gol pembuka Zubimendi di akhir babak pertama menjadi titik balik, sebelum Gyokeres menambah dua gol untuk memastikan tiga poin penuh di Emirates Stadium.
Kemenangan ini terasa penting bagi tim asuhan Mikel Arteta, terutama karena laga sempat berjalan sulit. Sunderland mampu menahan laju permainan Arsenal dalam waktu lama, sebelum akhirnya kualitas individu tuan rumah berbicara.
Zubimendi, Motor Permainan dan Penentu Momentum
Martin Zubimendi membuka keunggulan Arsenal pada menit ke-42 lewat sepakan keras dari luar kotak penalti. Menerima umpan dari Leandro Trossard, gelandang asal Spanyol itu melepaskan tembakan dengan punggung kaki yang membentur bagian dalam tiang sebelum masuk ke gawang Robin Roefs.
Gol tersebut menjadi gol keenam Zubimendi musim ini, sekaligus catatan tertingginya dalam satu musim sepanjang karier profesionalnya. Usai mencetak gol, ia menirukan selebrasi Mikel Merino yang sedang cedera, sebagai bentuk penghormatan kepada rekan setimnya.
Peran Zubimendi dalam tim Arteta tidak hanya terlihat dari gol. Sebelum laga ini, ia telah mencatatkan 2.705 menit bermain di semua kompetisi, terbanyak di antara pemain outfield Arsenal. Catatan ini menegaskan posisinya sebagai pemain andalan.
Di lapangan, Zubimendi dikenal sebagai sosok yang komplet. Ia aktif membantu pertahanan lewat tekel, duel udara, dan perebutan bola, sekaligus mampu mengatur tempo permainan dengan distribusi umpan yang akurat. Kombinasi ini membuatnya menjadi figur penting dalam keseimbangan tim.
Gyokeres Mulai Menemukan Perannya
Viktor Gyokeres kembali menunjukkan ketajamannya meski memulai laga dari bangku cadangan. Hanya enam menit setelah masuk, ia langsung mencetak gol. Menerima umpan dari Kai Havertz di dalam kotak penalti, Gyokeres mengontrol bola dengan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan sambil terjatuh. Kiper sempat menyentuh bola, tetapi gagal menahannya.
Gol tersebut menjadi gol ketujuhnya di Premier League musim ini, disusul gol kedelapan di masa injury time. Ia kini telah mencetak enam gol sejak awal tahun di semua kompetisi, sebuah peningkatan setelah sebelumnya sempat mendapat kritik karena produktivitasnya.
Musim ini, Arteta sempat bergantung hampir sepenuhnya pada Gyokeres di lini depan, terutama saat Havertz dan Gabriel Jesus mengalami cedera. Situasi itu membuat penyerang berusia 27 tahun tersebut terus dimainkan meski sedang mengalami paceklik gol.
Kini, dengan kembalinya Havertz dan Jesus ke tim utama, tekanan terhadap Gyokeres berkurang. Kondisi ini tampaknya berdampak positif, karena ia mulai bermain lebih lepas dan kembali tajam di depan gawang.
Sunderland Menyulitkan, Arsenal Kesulitan di Awal Laga
Meski menang telak, Arsenal tidak menjalani pertandingan dengan mudah. Di 50 menit pertama, mereka hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran. Sunderland tampil disiplin dengan bertahan rapat, agresif dalam duel, dan selalu menjaga jumlah pemain di area pertahanan.
Peluang terbaik Arsenal di awal laga datang lewat sundulan bebas Kai Havertz pada menit pertama. Setelah itu, sebagian besar ancaman justru datang dari luar kotak penalti. Sebelum gol Zubimendi, Declan Rice dan Havertz sempat mencoba peruntungan dari jarak jauh, sementara tembakan Trossard diblok setelah situasi sepak pojok.
Noni Madueke, yang dimainkan di sisi kanan menggantikan Bukayo Saka, memulai laga dengan cukup baik. Namun, ia kesulitan memberikan dampak nyata di sepertiga akhir lapangan.
Arteta mencoba mengubah dinamika permainan pada menit ke-60 dengan memasukkan Gyokeres dan Gabriel Martinelli, menggantikan Gabriel Jesus dan Madueke. Pergantian ini membuat serangan Arsenal lebih tajam, meski Sunderland tetap memberikan perlawanan hingga akhir.
Komentar Arteta dan Dampak Kemenangan
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Mikel Arteta mengaku puas dengan performa timnya.
Ia menyebut Sunderland sebagai lawan yang sulit, terutama karena kemampuan mereka dalam memutus alur permainan dan menjaga organisasi pertahanan. Menurutnya, gol pertama sangat membantu Arsenal untuk membuka pertandingan, sebelum para pemain pengganti memberikan dampak besar.
Arteta juga menyoroti kontribusi Gyokeres. Ia menilai sang penyerang langsung siap ketika dibutuhkan dan memberikan pengaruh nyata terhadap hasil pertandingan.
Kemenangan ini membuat Arsenal unggul sembilan poin dari Manchester City, yang masih akan menghadapi Liverpool. Posisi tersebut memberi keuntungan besar bagi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League.
Namun, laga ini juga menyisakan kekhawatiran setelah Leandro Trossard harus ditarik keluar di menit-menit akhir karena mengalami masalah fisik, padahal sebelumnya tampil impresif.
Jadwal Berikutnya
Arsenal akan melanjutkan perjuangan mereka di Premier League dengan menghadapi Brentford di laga tandang pada Kamis, 12 Februari. Pertandingan ini akan menjadi ujian lanjutan bagi konsistensi tim dalam menjaga jarak di puncak klasemen.

