Dua Tim Premier League Milik Milyuner Asia Derita Tragedi, Kebetulan?

Dua Tim Premier League Milik Milyuner Asia Derita Tragedi, Kebetulan?

Tak ada yang berani menurunkan berita ini. Dua kecelakaan, dua-duanya diderita tim Premier League yang dimiliki milyuner Asia. Apakah ini kebetulan?

Emiliano Sala baru beberapa hari menandatangani kontrak dengan Cardiff City FC, klub Liga Inggris yang menduduki urutan ketiga terbawah di klasemen Premier League. Ia pulang ke Nantes, klub Liga Prancis, untuk berpamitan dengan rekan-rekan klub lamanya. Ia kemudian terbang ke kota Cardiff di Wales menggunakan sebuah pesawat charter kecil dengan mesin baling-baling tunggal guna mengawali sesi latihan pertamanya.

Pada Selasa dinihari waktu Indonesia pesawat itu lenyap di lepas pantai Prancis. Laporan terakhir dari kedua negara yang berbatasan selat tersebut menyebutkan, petugas menghentikan pencarian karena situasi langit yang gelap. Pencarian akan dilanjutkan Rabu pagi waktu setempat (Rabu siang waktu Indonesia).

Polisi mengatakan mereka menemukan serpihan-serpihan kecil di lokasi pencarian tapi tak bisa memastikan apakah itu merupakan bagian dari pesawat Paper 46 Malibu yang ditumpangi oleh Emiliano Sala.

Tragedi Cardiff City Kedua Kali di Premier League Setelah Leicester City

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Ini merupakan tragedi kedua yang dialami klub-klub Premier League Inggris setelah helikopter yang ditumpangi oleh pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, jatuh di luar Stadion King Power, 27 Oktober 2018 lalu.

Dua kecelakaan, dua-duanya diderita tim yang dimiliki milyuner Asia. Leicester City dimiliki Vichai Srivaddhanaprabha asal Thailand. Cardiff City FC dimiliki Vincent Tan asal Malaysia. Apakah ini serba kebetulan belaka?

Pada Mei 2010, Tan menjadi pemilik Cardiff City setelah satu konsorsium investor asal Malaysia (dipimpin oleh Dato Chan Tien Ghee) membeli 30% saham klub. Pada bulan April 2013, setelah promosi Cardiff ke Premier League, Tan berjanji akan membelanjakan 25 juta pound untuk membantu Cardiff melengkapi diri mereka di divisi teratas Liga Inggris.

Ia kemudian mendaftarkan 36,1% sahamnya di Bursa Efek Kuala Lumpur (KLSE). Initial Public Offering (IPO) menjual saham di klub kepada publik untuk pertama kalinya, dalam upaya untuk mendapatkan suntikan modal guna memperluas bisnisnya di dunia sepak bola.

Pada April 2014, dengan Vincent Tan terus membeli saham dari para pemegang saham minoritas di dalam klub Cardiff City dan meningkatkan kepemilikannya menjadi lebih dari 90% dari total saham sesuai dengan laporan keuangan klub terbaru. Dia juga menghabiskan sekitar 140 juta pound selama empat tahun bersama klub, membayar utang, membayar gaji pemain, dan biaya transfer.