Duri Dalam Daging, Inilah Aduan Dua Penghianat Chelsea Pada Pemecatan Lampard

Gilabola.com – Seperti sudah diberitakan sebelumnya, menurut pakar Danny Murphy melalui Chris yang diungkapkan pada Talksport, ada dua pemain pengkhianat yang mengadu ke direksi Chelsea secara langsung, mereka mengadu soal Frank Lampard yang dipecat.

Kedua penghianat itu adalah Mateo Kovacic dan Antonio Rudiger. Keduanya memang jarang dimainkan Frank Lampard yang tampaknya menimbulkan dendam pada keduanya. Gelandang Kroasia hanya 10 kali tampil sebagai starter di Liga Inggris, sementara bek Jerman malah baru empat kali dimainkan di Premier League.

Sementara laporan lain ada juga yang menyebutkan bahwa selain Mateo Kovacic dan Antonio Rudiger, juga ada pemain senior Chelsea lain yang berkhianat, yaitu kiper Kepa Arrizabalaga dan bek kiri Marcos Alonso. Dua pemain Spanyol itu juga jarang mendapatkan kesempatan bermain.

Advertisement
K9Win
K9Win

Nah dalam laporan menarik dari The Athletic, para pemain penghianat itu mengeluhkan kurangnya instruksi taktis dan tidak diajak bicara selama sebulan oleh manajer mereka. Beberapa juga merasa bahwa bos 42 tahun tidak menunjukkan empati dan tidak menyukai kritik publiknya.

“Masalahnya adalah, manajer tidak berbicara dengan para pemain, dia hanya berbicara dengan pemain yang dia suka,” kata satu sumber. “Pemain yang tidak berada di tim, sama sekali tidak mendengar kabar apapun darinya selama berbulan-bulan. Itu sangat membuat frustasi bagi seorang pemain karena Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi lebih baik, apa yang dipikirkan sang manajer? Ini gila.”

Yang lain menambahkan, “Sangat aneh bagi saya bahwa cara kerja Lampard adalah menjaga jarak dengan para pemain. Dia masih berstatus sebagai pemain hingga baru-baru ini (baru pensiun tahun 2016). Dia seharusnya tahu bagaimana mendekati pemain, tapi dia sepertinya lupa.”

Dan satu lagi berkata, “Komunikasi Lampard dengan para pemain tidak lancar. Ketika saya bertemu dengan salah satu pemain tahun lalu, saya bertanya apakah manajer memberi tahu dia banyak hal. Dia berkata kepada saya, ‘Tidak, tapi biasanya tidak pernah berbicara dengan para pemain’. Saya bilang saya tidak bisa mengerti itu karena Lampard membutuhkan hubungan profesional dengan setiap pemain. Anda perlu tahu bahwa pemain membutuhkan informasi dan bimbingan.”

Kini usai mendengar kabar ini, fans Chelsea lantas ramai-ramai meminta agar para pemain penghianat itu dipecat dan berharap manajer anyar Thomas Tuchel bisa segera melego para toksik di skuad The Blues saat ini.

Bahkan para fans juga terlihat mulai menyerang akun media sosial Antonio Rudgier, menjulukinya sebagai ‘ular’, ungkapan kepada para penghianat. Menariknya bek 27 tahun ini juga di masa lalu pernah dibekukan oleh Antonio Conte.