Eden Hazard Jadi Kambing Hitam Kegagalan Maurizio Sarri di Chelsea

Eden Hazard Jadi Kambing Hitam Kegagalan Maurizio Sarri di Chelsea

Eden Hazard jadi kambing hitam kegagalan Maurizio Sarri selama di Chelsea dan hal itu disampaikan selama jumpa pers pertamanya sebagai pelatih Juventus.

Striker Belgia Eden Hazard baru seminggu dikukuhkan sebagai pemain anyar Real Madrid setelah transfer senilai 150 juta pound tapi Maurizio Sarri tidak termasuk golongan orang yang percaya bahwa pemain Belgia itu adalah pemain terbaik di Eropa.

Dalam jumpa persnya pertamanya di Turin, Sarri mengatakan bahwa ia memiliki masalah dengan pertahanan Chelsea selama waktunya di Stamford Bridge karena harus mengadopsi posisi serta cara bermain striker berusia 28 tahun tersebut.

Saat mantan manajer Napoli itu diumumkan sebagai pelatih Juventus pagi ini, Eden Hazard jadi kambing hitam denganĀ Sarri mengklaim dia harus mengubah seluruh filosofi permainannya hanya untuk mengakomodasi Hazard.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Dia berkata: “Kami harus mengakomodasi karakteristik Hazard, karena ia bisa mengubah permainan. Tetapi kehadirannya juga menyebabkan masalah dalam cara kami bertahan.”

Sarri juga terus mengisyaratkan bahwa dia akan melatih pemain yang lebih baik di Juventus daripada saat dia bekerja di Stamford Bridge – terutama dengan kehadiran Cirstiano Ronaldo.

Dia menambahkan: “Saya melatih beberapa pemain yang sangat besar [egonya], tetapi melatihnya akan menjadi sebuah langkah maju. Saya ingin membantunya memecahkan beberapa rekor baru.”

Sang pelatih berusia 60 tahun ini mengakui kedatangannya di Juventus disambut dengan keraguan di beberapa bidang karena kurangnya penghargaan sebagai manajer. Memenangkan Liga Europa bersama Chelsea musim lalu adalah trofi pertama dan satu-satunya yang ia klaim selama karirnya sebagai pelatih.

Dia menambahkan: “Saya tiba dengan skeptis, [tapi saya juga diterima dengan skeptis] seperti di mana-mana. Saya tiba di Empoli dari [Serie] C dan mereka skeptis. Saya tiba di Napoli dan mereka skeptis. Saya tiba di Chelsea dan mereka juga skeptis. Saya hanya tahu satu cara dalam sepakbola: untuk menang dan meyakinkan [semua mereka yang skeptis itu].”