Site icon Gilabola.com

Efek Marmoush! Hampir Hat-trick, Sang Striker Mesir Antar City ke Final Carabao Cup

Omar Marmoush pemain Manchester City

Lampu stadion Etihad bersinar terang, ribuan pendukung bersorak, dan satu nama menjadi pusat perhatian malam itu: Omar Marmoush. Penyerang asal Mesir tersebut tampil menentukan saat Manchester City memastikan tiket ke final Carabao Cup setelah menyingkirkan Newcastle dengan agregat meyakinkan.

Namun, di balik kemenangan besar tersebut, ada cerita menarik tentang perjuangan, keberuntungan, dan ambisi besar yang masih belum sepenuhnya terwujud.

Manchester City menang 3-1 pada leg kedua semifinal. Dengan hasil itu, City unggul agregat 5-1 dan memastikan langkah mereka ke partai puncak, di mana Arsenal sudah menunggu di Wembley bulan depan.

Gol Keberuntungan dan Insting Penyerang

Marmoush membuka keunggulan City lewat gol yang tak lepas dari unsur keberuntungan. Upaya Dan Burn melakukan tekel meluncur justru membuat bola membentur kaki Marmoush, lalu melambung masuk ke gawang Newcastle.

Meski terlihat mudah, proses sebelum gol itu tetap menunjukkan kecerdikan Marmoush dalam membaca permainan. Ia menarik bek lawan keluar dari posisinya, melakukan umpan satu-dua, lalu tetap berada di area berbahaya.

Gol keduanya tercipta lewat naluri khas seorang penyerang. Setelah sapuan Kieran Trippier tidak sempurna, bola jatuh tepat di depan Marmoush. Tanpa ragu, ia menyundul bola dari jarak dekat dan menggandakan keunggulan City.

Sebelum turun minum, Tijjani Reijnders menambah gol ketiga tuan rumah, membuat posisi City semakin aman. Newcastle sempat memperkecil ketertinggalan melalui Anthony Elanga sebelum satu jam pertandingan berjalan, namun gol itu tak cukup untuk mengubah jalannya laga.

Hampir Hat-trick, Tapi Tetap Penuh Makna

Marmoush sebenarnya berpeluang mencetak hat-trick keduanya bersama City. Ia mendapatkan kesempatan emas dari posisi yang menjanjikan, tetapi tembakannya justru melambung di atas mistar.

Meski gagal mencetak tiga gol, pemain berusia itu tetap merasa puas dengan kontribusinya.

Ia mengakui bahwa gol pertamanya sangat dipengaruhi faktor keberuntungan. Namun, menurutnya, pergerakan sebelum gol tersebut tetap menjadi bagian penting dari proses.

“Saya memang beruntung pada gol pertama. Tapi sebelumnya saya menarik bek, bermain satu-dua, sentuhan saya kurang sempurna, dan akhirnya bola tetap masuk,” ujarnya setelah pertandingan.

Marmoush juga menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha berada di posisi yang tepat untuk menerima peluang.

“Saya mencoba terus berlari dan mencari ruang. Saya sangat senang bisa mencetak dua gol dan membantu tim ke final,” lanjutnya.

Mental Juara dan Target Trofi Pertama

Lebih dari sekadar dua gol, Marmoush menyoroti mentalitas tim yang menurutnya menjadi kunci kemenangan.

Sejak menit awal, para pemain City tampil fokus, disiplin, dan saling mendukung satu sama lain. Ia menilai semangat kebersamaan itulah yang membuat tim mampu mengendalikan pertandingan.

“Kami menunjukkan mentalitas yang sangat bagus. Sejak awal kami fokus pada tugas. Kami bermain dengan semangat dan kebersamaan,” katanya.

Kemenangan ini juga menjadi langkah penting bagi Marmoush dalam perjalanannya bersama City. Ia kini membidik trofi pertamanya bersama klub yang disebutnya sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

“Ini klub besar, dan kami ada di sini untuk memenangkan gelar. Setiap hari kami bekerja keras untuk mencapai final dan meraih trofi,” ucapnya.

Ia berharap keberhasilan ini bisa menjadi awal yang baik, terutama bagi para pemain baru maupun pemain lama di skuad.

“Semua pemain di sini menunjukkan betapa pentingnya setiap medali dan trofi,” tutup Marmoush.

Dengan satu langkah lagi menuju Wembley, Manchester City kini tinggal menunggu kesempatan untuk membuktikan ambisi mereka. Dan bagi Omar Marmoush, perjalanan menuju kejayaan tampaknya baru saja dimulai.

Exit mobile version