Eksekutif Manchester United Tak Paham Sepakbola!

Ed Woodward dan Louis Van Gaal - Manchester United

Berita Liga Inggris - Louis Van Gaal membuat pernyataan bahwa kepala eksekutif Manchester United Ed Woodward pengetahuannya soal sepakbola NOL besar

Gilabola.com – Louis Van Gaal membuat pernyataan bahwa kepala eksekutif Manchester United Ed Woodward pengetahuannya soal sepakbola NOL besar.

Mantan manajer United Louis Van Gaal, menyalahkan Ed Woodward atas sebagian besar masalah klub sejak pelatih asal Belanda itu dipecat pada 2016 setelah dua tahun masa tugasnya di Old Trafford.

Louis Van Gaal, yang juga pernah menjadi manajer Ajax Amasterdam, Bayern Munchen, Barcelona dan Timnas Belanda, mengatakan kepada majalah Jerman 11 Freunde: “Di Bayern, orang-orang yang bertanggung jawab adalah para pemain sepak bola. Saya selalu menghargai itu.”

“Di Manchester United, ini lain, Ed Woodward diangkat sebagai CEO – seseorang yang tidak memahami sepak bola yang sebelumnya adalah seorang bankir investasi.”

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
RatuCasino77
RatuCasino77

“Tidak bisa menjadi hal yang baik ketika klub dijalankan semata-mata dari perspektif komersial saja!”

“Saya tidak menentang klub. Mereka menginginkan Jose Mourinho dan dia sedang tersedia.”

Louis Van Gaal dikritik selama kepemimpinannya sepanjang dua musim di Old Trafford, ketika ia ‘hanya’ mengantarkan Manchester United finish di tempat keempat dan kelima dan memenangkan Piala FA.

Dia dipecat dua hari setelah Manchester United mengalahkan Crystal Palace usai mengangkat piala di Wembley pada 2016 dan akhirnya digantikan oleh Jose Mourinho.

“Mengangkat Mourinho jelas menarik dari sudut pandang bisnis,” tambah Van Gaal. “Dia memenangkan banyak trofi. Dan untuk klub seperti United, yang utama adalah memenangkan trofi.”

“Bagaimana cara mereka memenangkannya bukan prioritas utama, para penggemar Inggris melihatnya secara berbeda. Mereka menerima bahwa permainan tidak hanya tentang menyerang tetapi juga tentang mempertahankan.”

“Saya selalu berusaha mempertahankan level, berada di setengah oposisi dan memainkan strategi di sana.” kata Louis Van Gaal.