Site icon Gila Bola

Erling Haaland Raja Derby Manchester, Lewati Rekor Wayne Rooney dan Sergio Aguero

Erling Haalad raja baru Derby Manchester

Erling Haaland kini resmi menjadi pemain pencetak gol terbanyak dalam sejarah derby Manchester di Premier League. Gol kontroversialnya ke gawang Manchester United bukan cuma memastikan kemenangan Manchester City, tetapi juga membuat namanya melewati rekor dua legenda, Wayne Rooney dan Sergio Aguero.

Manchester City menang di Old Trafford setelah melewati pertandingan yang tidak mudah. Mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak Phil Foden menerima kartu merah langsung pada babak pertama. Namun, situasi tersebut tidak menghentikan tim asuhan Enzo Maresca mempertahankan start sempurna mereka di Premier League.

Gol Haaland Sempat Dianulir Namun VAR Mengubah Keputusan

Momen penentu pertandingan terjadi sekitar menit ke-60. Haaland berhasil mencetak gol, tetapi wasit di lapangan sempat menganulirnya karena dianggap offside.

Pemeriksaan VAR kemudian berlangsung cukup lama. Keputusan awal akhirnya dibatalkan dan gol Haaland disahkan, sehingga Manchester City membawa pulang tiga poin dari kandang rival sekotanya.

Premier League Match Centre menjelaskan melalui X bahwa VAR menilai Haaland berada dalam posisi onside. Enzo Fernandez memang berada dalam posisi offside, tetapi dianggap tidak memainkan bola dalam proses terjadinya gol.

Kontroversi belum berhenti setelah pertandingan. Professional Game Referees kemudian mengakui kepada pihak Manchester United bahwa gol tersebut seharusnya dianulir.

Keputusan itu membuat kemenangan City terasa semakin dramatis, apalagi mereka harus bertahan dengan hanya 10 pemain menghadapi Manchester United di Old Trafford.

Haaland Lewati Rekor Rooney dan Aguero

Gol tersebut juga mengubah catatan sejarah derby Manchester di Premier League.

Haaland kini mengoleksi sembilan gol dalam derby Manchester, menjadikannya pencetak gol terbanyak secara tunggal. Ia melewati Wayne Rooney dan Sergio Aguero yang masing-masing mencetak delapan gol.

Bagi Haaland, pencapaian itu datang bersamaan dengan kemenangan penting untuk City. Timnya juga mencatat sejarah Premier League setelah berhasil memenangkan empat pertandingan pembuka liga dalam tujuh kesempatan berbeda, sebuah rekor kompetisi yang menempatkan mereka di atas Chelsea dengan empat kali.

Namun, start sempurna tersebut belum otomatis berarti gelar juara. Dari enam kesempatan sebelumnya ketika City memenangi empat laga awal liga, mereka hanya dua kali mengakhiri musim sebagai juara, yakni pada 2012 dan 2024.

Catatan itu membuat awal impresif City tetap harus diikuti konsistensi sepanjang musim.

Haaland Puji Karakter Manchester City

Haaland tidak hanya berbicara soal rekor pribadinya setelah pertandingan. Penyerang asal Norwegia tersebut justru menyoroti bagaimana rekan-rekannya mampu mempertahankan keunggulan meski harus bermain dengan 10 pemain.

“Luar biasa bisa menang dengan 10 pemain! Kami harus bermain lebih bertahan dan memanfaatkan peluang ketika ada kesempatan,” kata Haaland kepada Sky Sports.

Ia juga menilai pertandingan tersebut menunjukkan mentalitas para pemain City ketika berada dalam tekanan besar di Old Trafford.

“Ini menunjukkan kepribadian dan karakter untuk tetap menguasai bola di Old Trafford dengan 10 pemain. Itulah kepribadian!” lanjutnya.

Pujian itu cukup menggambarkan situasi yang dihadapi City. Mereka kehilangan satu pemain sejak babak pertama, tetapi tetap menemukan cara untuk mencetak gol dan mempertahankan hasil hingga akhir pertandingan.

Exit mobile version