Final Piala FA, Brendan Rodgers Sebut Ini Pertarungan Klub Jelata vs Klub Kaum Borjuis

Gilabola.com – Leicester City, yang pernah mencatatkan salah satu sejarah terbesar dalam sepak bola saat menjuarai Premier League pada 2016, akan menantang Chelsea di final Piala FA pada Sabtu (15/5) malam WIB.

Jelang pertarungan ini, manajer Leicester City Brendan Rodgers mengklaim bahwa pertemuan timnya melawan Chelsea yang dimiliki penguasaha kaya raya Rusia Roman Abramovich sebagai duel antara ‘klub rakyat’ melawan klub kaum borjuis.

The Foxes mengalahkan Southampton dengan skor 1-0 di semifinal untuk melaju ke partai puncak di Wembley saat mereka ingin mengangkat trofi Piala FA untuk pertama kalinya dalam 137 tahun sejarah mereka.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Tentu saja ini adalah pencapaian yang mengesankan bagi Leicester City untuk bisa mencapai final Piala FA, dengan mereka selama beberapa tahun belakangan sejak kemenangan luar biasa pada 2016 telah menjadi pendobrak kemapanan tim-tim elit enam besar Premier League, termasuk rival mereka Chelsea

Bahkan The Foxes saat ini berada di urutan ketiga klasemen sementara Premier League dengan mengakangi Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, klub-klub yang sempat terlibat dalam proyek Liga Super Eropa bersama duo Manchester.

Channel Gilabola di Youtube

Nah jelang pertemuan Piala FA ini, manajer Brendan Rodgers menyebut bahwa pertemuan antara Leicester, yang punya nilai skuad ‘hanya’ Rp 8,3 Trilyun, melawan Chelsea, dengan nilai skuad mencapai Rp 13,5 Trilyun, adalah pertemuan antara klub rakyat melawan klub kaum borjouis.

Dia mengatakan, “Kami akan senang untuk terus berkembang dan menjadi klub rakyat. Kami ingin menjadi klub yang dilihat oleh fans lain di seluruh negeri dan berharap klub mereka dapat melakukan seperti yang dilakukan Leicester.”

“Orang-orang akan melihat Chelsea versus Leicester dan mereka akan melihat kami sebagai tim yang tidak diunggulkan dan, dalam sebagian besar aspek kehidupan, semua orang suka melihat tim yang tidak diunggulkan melakukannya dengan baik.”

“Sudah cukup jelas dengan pembicaraan seputar Liga Super dan klub super dan bagaimana mereka didefinisikan. Kami pernah memenangkan gelar dan menjadi bak kisah dongeng di seluruh dunia. Apa yang kami coba lakukan di sini adalah membangun jalan klub kami sendiri dan untuk terus berkembang. Saya merasa ada banyak niat baik untuk klub seperti kami menantang klub-klub berstatus elit. Kami adalah pionir kesuksesan untuk klub-klub di luar enam besar.”

AHABET
AHABET