Liverpool sudah mendatangkan banyak pemain bintang di bursa transfer musim panas tahun lalu usai menjuarai Premier League.
Alexander Isak, Hugo Ekitike, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, hingga Florian Wirtz didatangkan untuk memperkuat skuad racikan Andrea Pirlo. Dari sejumlah nama tersebut, Hugo Ekitike sejauh ini menjadi pemain yang paling mampu memenuhi ekspektasi.
Sorotan kini mengarah kepada Florian Wirtz. Gelandang asal Jerman itu didatangkan dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling atau sekitar Rp2,6 triliun, tetapi belum mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Sebelum bergabung dengan Liverpool, mantan penyerang Bayer Leverkusen, Patrick Helmes, bahkan menyebut Wirtz sebagai “mungkin gelandang terbaik di dunia.”
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Pada musim terakhirnya di Jerman, Wirtz mencetak 16 gol dan 14 asis.
Sayangnya, performanya di Anfield belum sesuai harapan. Pada musim debut, pemain bernomor punggung 7 tersebut hanya mencetak tujuh gol dan mencatatkan delapan asis.
Memasuki musim keduanya, Wirtz juga malah sama sekali belum mencetak gol dari tujuh penampilan yang telah dijalani.
Situasi tersebut membuat Liverpool mulai menaruh harapan kepada talenta muda bernama Samuel Martinez.
Baca Juga: Siapa Sih Samuel Martinez? Wonderkid Baru Liverpool Yang Tolak Setan Merah dan Blaugrana
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Wonderkid asal Kolombia itu direkrut Liverpool dari Atletico Nacional pada Juli lalu. Meski sudah mencapai kesepakatan transfer, Martinez baru bisa bergabung secara resmi pada musim panas mendatang karena faktor usia.
Samuel Martinez baru berusia 17 tahun, tetapi sudah mencuri perhatian banyak pengamat.
Jurnalis The Athletic, Felipe Cardenas, menyebut gaya bermain Martinez mengingatkan kepada legenda Brasil, Kaka.
“Posturnya yang tinggi, cara berlari tegak, dan kecepatan dalam jarak pendek menghadirkan gambaran sosok Kaka,” tulis Felipe Cardenas.
Cardenas juga menilai Martinez memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan teknik yang kuat.
Keunggulan lain dari sang wonderkid adalah kemampuan membawa bola. Pada turnamen CONMEBOL U-17, Martinez mencatatkan rata-rata 7,23 dribel per 90 menit.
Ia juga membukukan 3,25 progressive runs per 90 menit, menjadi catatan terbaik kedua di antara seluruh gelandang dalam turnamen tersebut.
Tentu tidak mudah menerjemahkan performa level junior ke sepak bola senior. Akan tetapi, Liverpool diyakini telah mendapatkan permata baru.
Jika Samuel Martinez mampu berkembang sesuai potensinya, bukan tidak mungkin nomor punggung 7 yang kini melekat pada Florian Wirtz suatu saat akan berpindah tangan.


