Frank Lampard Ungkap Alasan Beri Mason Mount Kapten Sebelum Pemecatannya

Gila Bola – Bak sebuah kado perpisahan, Frank Lampard memberikan gelandang andalannya Mason Mount yang masih berusia 22 tahun dengan ban kapten di laga terakhirnya di Piala FA sebelum pemecatannya.

Kini Frank Lampard akhirnya angka bicara mengenai keputusannya di laga pamungkasnya sebagai manajer di Stamford Bridge tersebut, mengatakan dia memberi Mason Mount ban kapten Chelsea karena otoritas sang gelandang di antara tim.

Pemain berusia 22 tahun itu secara mengejutkan dipercaya manajernya untuk mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya saat The Blues mengalahkan Luton Town 3-1 di putaran keempat Piala FA, yang ternyata menjadi pertandingan terakhir Frank Lampard sebagai pelatih.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Frank Lampard kemudian dipecat beberapa hari setelahnya dan digantikan oleh mantan bos Paris Saint-Germain Thomas Tuchel, usai Chelsea terseok-seok di papan tengah klasemen dan bos Inggris dianggap gagal memaksimalkan para pemain baru timnya, khususnya Kai Havertz dan Timo Werner.

Kini setelah hampir tiga bulan usai pemecatannya, bos berusia 42 tahun itu mengungkapkan alasan dirinya memberi Mason Mount ban kapten di laga terakhirnya, mengatakan pemain internasional Inggris itu pantas dipercaya untuk memimpin tim dan menantangnya untuk naik ke posisi itu.

“Perasaan yang menyenangkan ketika saya meninggalkan Chelsea pada pertandingan terakhir saya adalah bahwa saya memberikan Mason Mount ban kapten,” kata legenda dan top skor sepanjang masa Chelsea itu pada sesi tanya jawab di Willow Foundation menjelang London Football Awards.

“Itu bukan isyarat karena saya tidak tahu saya akan pergi! Tapi itu tentang otoritas dan kedudukannya yang dia miliki di dalam tim yang mulai bangkit. Dia perlu melihat itu dan memahami itu. Dia perlu bangkit. Dia seperti seorang juara. Dia melatih kemampuannya pada bola dan mengatur permainannya, memiliki kualitas yang hebat, terus berkembang sepanjang waktu dan sekarang dia menambahkan gol ke dalam permainannya.”