Frank Lampard untuk Pertama Kalinya Habis Dicela Fans Chelsea

Gilabola.com – Frank Lampard untuk pertama kalinya habis dicela penggemar Chelsea yang kesal dengan kekalahan kandang 0-2 dari tim gurem, Southampton, Kamis (26/12) malam.

Ungkapan kekesalan yang menggema di Stamford Bridge dan sekitarnya, membuktikan legenda klub terbesar sekalipun tak kebal terhadap hukum alami manajemen. Untuk para pemain the Blues, kemungkinan bahkan ada pesan yang lebih kuat terkait kegagalan memalukan ini.

Lampard sampai sekarang dipaksa untuk tunjukkan kepercayaan besar pada skuad mudanya yang berbakat. Tapi, setelah kekalahan kelima dalam tujuh pertandingan Liga Premier, respons terhadap berbagai pertanyaan tentang rencana transfernya Januari akan terasa sangat signifikan.

Advertisement
K9Win
K9Win

“Saya belajar tentang para pemain dan saya juga belajar khususnya dalam pertandingan seperti itu,” tandas Lampard, seperti dilansir Telegraph.

Dengan adanya kucuran dana sebesar 150 juta Poundsterling (hampir 2,8 triliun Rupiah) setelah sisa embargo transfer Chelsea dicabut, dan mereka kembali gagal mencetak gol di kandang sendiri, harapannya adalah fokus menyerang pemain incaran mereka bulan depan.

Tim asuhan Frank Lampard itu belakangan dikaitkan dengan sejumlah nama terkenal seperti Jadon Sancho, yang mungkin tidak tersedia, dan juga Wilfried Zaha. Tim asal London barat itu juga mengamati sejumlah pemain sayap seperti Leon Bailey dan Samuel Chukwueze, serta striker Timo Werner dan Moussa Dembele.

Ya, hanya empat hari setelah pelatih 41 tahun itu merayakan apa yang terasa seperti kemenangan besar di Tottenham Hotspur. Tapi, kebenaran yang lebih kentara terlihat, kekalahan 0-2 melawan Southampton malam tadi lebih mewakili tren yang dijabani the Blues musim ini, termasuk kalah di kandang sendiri, setelah sebelumnya juga dikandaskan West Ham dan Bournemouth.

“Itu cerita yang sama. Anda tidak bisa menguasai jalannya pertandingan hampir 70 persen dan tidak mendapat peluang yang lebih jelas di depan gawang,” ujar Lampard berkomentar soal jalannya laga kontra the Saints malam tadi.

“Jika Anda seorang pemain ofensif, bermain di sekitar pojok lapangan, bergabung, gabungkan permainan Anda dan pecahkan garis pertahanan, karena tim tidak bodoh – Anda perlu berbuat lebih banyak dalam arti menyerang. Kepribadian yang berusaha padu, dengan cara berbeda. Hari ini dalam arti sepakbola: mendapat dan membawa bola ke ruang sempit, lalu berikan sesuatu. Kami tidak lakukan hal itu,” tandasnya.

“Jika Anda bermain di kandang orang, dan kami yang jadi tuan rumah, jelas ada lebih banyak tekanan, karena semua orang membicarakannya. Kami merasakannya. Saya pikir, orang-orang datang ke sini dan menghormati kami sebagai Chelsea, karena mereka mengaturnya dengan cara itu, tapi kami tidak bermain seperti Chelsea yang bisa memecah kebuntuan,” ujarnya.

“Anda butuh konsistensi dalam penampilan anda di lapangan, untuk bisa merambah posisi empat besar,” tambah Frank Lampard yang sebelumnya mengasuh Derby County itu.

The Blues semula punya selisih hingga 12 poin dengan Tottenham. Tapi, sejak Jose Mourinho datang lima pekan lalu, Spurs berhasil mendekati raihan poin Chelsea dan kini hanya berjarak tiga poin saja.

Jika Chelsea ada di posisi empat, Spurs pun terus menguntit di posisi lima. Bahkan jika mereka menang atas Arsenal pada akhir pekan ini, Spurs bisa menggeser posisi Chelsea dari peringkat empat.