Fred Komentari Perlakuan Jahat Fans Manchester City

Fred Komentari Perlakuan Jahat Fans Manchester City

Gilabola.com – Fred komentari perlakuan jahat fans Manchester City dalam laga Liga Inggris kemenangan Manchester United skor 1-2.

Fred dilaporkan Independent mengutuk apa yang ia gambarkan sebagai ‘para suporter dari masyarakat terbelakang’ setelah ia menjadi salah satu pemain Manchester United yang disiksa secara rasis selama laga derby hari Sabtu. Perlakuan yang ia dapatkan masih menjadi perhatian luas di dunia bola.

Hari ini cuplikan video muncul menunjukkan seorang pendukung Manchester City dari kerumunan di Etihad memberikan perlakuan buruk pada sang pemain saat ia bersiap untuk mengambil sepak pojok di babak kedua. Ia juga terkena lemparan dari arah suporter City selama insiden dan ada lebih dari satu pemain Setan Merah yang mengalami pelecehan rasis di laga itu.

Pihak City dilaporkan bekerjasama dengan kepolisian Manchester Raya untuk mengidentifikasi siapa saja yang bertanggung jawab atas rentetan kejadian itu. Mereka juga berjanji akan menghukum setiap orang yang ditemukan bersalah atas pelecehan rasial di laga Premier League tersebut.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Berbicara kepada ESPN Brazil, sang pemain dengan sedih berkata: “Sayang sekali, kita masih berada dalam masyarakat yang terbelakang perilakunya. Memalukan bisa sampai terjadi dan kita masih harus hidup dengan sikap seperti itu di tahun 2019.”

“Di lapangan saat pertandingan, saya tidak melihat apa-apa. Saya baru melihatnya saat berada di ruang loker sesudahnya. Teman-teman telah menunjukkan hal itu pada saya. Pelakunya bahkan melemparkan korek api dan mengenai saya.”

Fred ingin move on dari perlakuan rasis fans Manchester City

“Saya sih mencoba untuk tidak peduli tentang hal itu lagi. Saya hanya mau mencoba untuk terus melihat ke depan saja. Sayangnya, hal ini saya dengar telah terjadi di beberapa Stadion juga. ”

“Hal itu lantas terjadi di sini, terjadi juga di Ukraina dengan beberapa teman terkena masalah yang sama. Itu sangat menyedihkan, tetapi kita tetap harus berjalan dengan kepala tegak dan melupakan hal itu.”

“Kami semua aslinya sama terlepas dari warna kulit, bentuk rambut dan gender kami. Kami datang dari tempat yang sama dan kita semua pergi ke tempat yang sama juga. Terima kasih Tuhan saya punya banyak teman di sini di ruang loker yang baik hati memeluk saya, seperti Jesse] Lingard. Saya tidak ingin memikirkannya lagi. Saya hanya ingin melanjutkan hidup yang singkat ini,” pungkasnya.