Liverpool tampaknya mulai melihat arah berbeda dalam perburuan pemain sayap pada bursa transfer musim panas.
Saat peluang mendapatkan Anthony Gordon memudar, perhatian The Reds justru mengarah kepada Yan Diomande. Pemain berusia 19 tahun itu disebut telah masuk dalam pembicaraan Liverpool yang ingin memperkuat lini serang sebelum Piala Dunia.
Nilai yang dikaitkan dengan Diomande tidak main-main. Sang pemain disebut memiliki banderol mencapai £103 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.
Angka tersebut tentu membuat banyak pihak berpikir dua kali. Namun performa yang ditunjukkan Diomande musim ini menjelaskan mengapa namanya mulai menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Dalam perbandingan performa liga musim 2025/26, Diomande tampil lebih produktif dibandingkan Gordon.
Ia mengoleksi 12 gol dan delapan assist dari 33 pertandingan sebagai starter. Sementara Gordon mencatat enam gol dan dua assist dari 26 laga.
Bukan hanya soal angka gol.
Diomande juga unggul dalam menciptakan peluang. Ia menghasilkan 17 peluang emas untuk rekan setimnya, sedangkan Gordon hanya mencatat lima. Kemampuan melewati lawan juga menjadi salah satu kelebihan terbesar pemain muda tersebut dengan rata-rata 3,6 dribel sukses per pertandingan.
Punya Karakter yang Dicari Liverpool
Liverpool dinilai membutuhkan tambahan kecepatan dan kreativitas di area sayap.
Diomande menawarkan dua hal tersebut sekaligus. Gaya bermainnya yang agresif membuatnya mampu menghadapi duel satu lawan satu dengan nyaman, sementara mobilitasnya memberikan ancaman yang sulit ditebak lawan.
Meski Gordon selama ini dikenal sebagai pemain yang kuat dalam duel, statistik menunjukkan Diomande mampu mencatat angka yang lebih baik dalam aspek tersebut.
Ia juga unggul dalam pemulihan bola, duel yang dimenangkan, hingga kontribusi bertahan melalui tekel dan intersep.
Kombinasi fisik dan teknik itu menjadi alasan mengapa pemain muda tersebut dianggap memiliki profil yang cocok untuk berkembang di Anfield.
Calon Pengganti Mo Salah?
Tugas menggantikan Mohamed Salah jelas bukan pekerjaan ringan.
Namun Liverpool disebut membutuhkan sosok yang mampu membawa karakter baru di lini depan, bukan sekadar pemain yang meniru gaya bermain bintang asal Mesir tersebut.
Diomande dinilai memiliki kualitas untuk memberikan identitasnya sendiri. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitas dalam menyerang menjadi modal yang membuatnya menarik untuk proyek jangka panjang Liverpool.
Yang membuat namanya semakin menarik, Diomande belum banyak merasakan panggung sepak bola elite. Meski demikian, performanya sudah cukup untuk mengundang perhatian klub-klub besar Eropa.
Bagi Liverpool, investasi besar pada pemain muda seperti Diomande bisa menjadi langkah berani untuk membangun masa depan tim sekaligus menjaga daya saing di level domestik maupun Eropa.
Opini Gilabola.com
Jika Liverpool memang harus memilih antara mengeluarkan dana besar untuk Anthony Gordon atau Yan Diomande, statistik musim ini memberi alasan kuat untuk melirik nama kedua.
Usianya yang masih sangat muda membuat potensi perkembangannya jauh lebih besar. Tantangan terbesarnya justru bukan soal kemampuan, melainkan bagaimana ia beradaptasi dengan tekanan besar yang selalu menyertai pemain Liverpool.

