Gagal di Liga Inggris, Striker Fiorentina Salahkan Pelatih Wolves

Cutrone Salahkan Pelatih Atas Kegagalannya di Liga Inggris

Gilabola.com – Striker muda Fiorentina, Patrick Cutrone menyalahkan pelatih Wolverhampton Wanderers atas gagalnya sang striker bertahan di klub Liga Inggris tersebut.

Pindah dari AC Milan ke Wolves pada awal musim lalu, Cutrone hanya bertahan selama setengah musim di tim besutan Nuno Espirito Santo. Sang striker yang tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain akhirnya memutuskan menerima pinangan La Viola pada bursa transfer Januari kemarin.

Gagal untuk menyelesaikan satu musim di Liga Inggris, sang striker merasa kurang fleksibelnya Nuno Santo dalam pemilihan pemain adalah biang keladi kepindahan Cutrone. Mantan pemain Milan itu mengatakan bahwa mantan pelatihnya tersebut hanya terpaku pada pemain pilihannya saja.

“Banyak orang mengatakan saya tidak bisa beradaptasi, namun itu salah. Faktanya adalah sang pelatih, Nuno Espirito Santo memiliki grup pemain loyal yang sama sekali tidak ingin dia tinggalkan, mereka yang membantunya memenangkan promosi dari divisi Championship,” sebut Cutrone kepada La Gazzetta dello Sport magazine sportweek yang dikutip Football Italia.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Dia benar-benar terpaku pada sebelas pemain utama itu, selalu sebelas pemain yang sama dan tidak bisa melihat pemain lain di dalam tim. Itu tidak hanya terjadi pada saya, tetapi kami semua yang ada diluar kelompok pemain tersebut.”

Cutrone juga menambahkan bahwa meski dia mampu mencetak dua gol dari tiga kali tampilannya sebagai starter, pelatih masih tidak sering meliriknya. Hal itulah yang akhirnya membuat striker asal Italia itu memutuskan untuk pulang kampung dan bermain bersama La Viola.

“Saya tampil sebagai starter sebanyak tiga pertandingan dan mencetak dua gol, namun tidak ada yang berubah. Pada saat itu, saya memutuskan harus pergi.”

Meskipun mengaku cukup kecewa dengan perlakuan yang dia terima semasa di Wolves tersebut, pemain 22 tahun itu ternyata cukup mendapatkan banyak pelajaran disana. Menurut striker tersebut bermain di Liga Inggris mengajarinya banyak hal mulai dari kultur baru, kebiasaan baru,  cara bermain yang baru, tempo yang lebih intens dan banyak hal lain.

“Pengalaman di Wolves membantu saya untuk berkembang sebagai seorang manusia dan pemain profesional. Saya memperoleh kebudayaan baru, kebiasaan baru dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris saya.”

“Di bidang sepakbola, saya mempelajari cara bermain yang baru, dengan tempo yang lebih intens dimana anda lebih banyak menyerang dan tidak perlu khawatir terkena serangan balik.”