Gaji Pemain Tottenham Tidak Tersentuh, Suporter Geram

Suporter Tottenham Geram Gaji Para Pemain Tetap Tidak Tersentuh

Gaji para pemain Tottenham Hotspur ternyata tidak tersentuh dalam program pemotongan gaji yang dilakukan CEO David Levy. Hal ini membuat para suporter geram.

Pendukung Tottenham Hotspur berharap para pemain bersedia untuk menerima potongan gaji, agar kerugian itu tidak hanya diterima para pegawai klub. Sekitar 550 staf Tottenham sudah dirumahkan dengan alasan cuti dan dipaksa menerima potongan gaji sebesar 20 persen di tengah wabah yang tengah melanda Inggris dan juga seantero Eropa.

Sementara itu gaji para pemain Tottenham ternyata masih aman. Mereka yang bergaji milyaran rupiah itu tetap menerima gaji secara penuh walau saat ini kompetisi Liga Inggris dihentikan untuk sementara dengan alasan kesehatan sehingga membebani neraca finansial klub karena tidak ada pemasukan.

Persatuan Suporter Tottenham Hotspur (THST) meminta jawaban atas kebijakan The Lilywhites itu dan berharap gaji para pemain dan direksi juga ikut dipotong sehingga tidak perlu mengorbankan para pegawai biasa, yang sudah gajinya kecil, dipotong pula.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Kami sepenuhnya merekomendasikan jawaban dari klub secara detail kepada para suporter dengan lebih jelas lagi dari situasi saat ini dan kami berharap permintaan tersebut diambil secara serius,” bunyi pernyataan resmi fans.

“Yang membuat kebanyakan para fans geram, adalah sebuah lembaga yang dianggap sangat sejahtera memotong gaji staf dan meminta pertolongan pemerintah, sementara individual-individual tertentu [yang bergaji milyaran rupiah] tetap mendapatkan pendapatannya.”

“Kemarahan ini tidak hanya ditujukan semata bagi komunitas Spurs tapi arti dari reputasi klub sebagai lembaga kaya dan bisnis sebagai perhatian utama.”

“Kami sadar bahwa tidak ada klub sepak bola yang mampu mengubah kontrak terhadap para pemain dan staf kepelatihan tanpa adanya kesepakatan dengan serikat pekerja seperti PFA dan LMA. Jadi komentar THFC perihal pemotongan gaji para pegawai, sementara para pemain dan direksi tidak mengalami pemotongan gaji, merupakan hal yang tidak tepat.”