Gary Neville Menyesal, Man Utd Pernah Abaikan Sarannya Untuk Rekrut Joao Cancelo

Bek Manchester City Joao Cancelo menjadi mimpi buruk Manchester United selama kekalahan derby pada akhir pekan ini, padahal sebenarnya pemain internasional Portugal itu bisa saja justru memperkuat skuad mereka alih-alih bermain untuk rival sekota.

Gary Neville mengungkapkan bahwa Manchester United mengabaikan sarannya untuk mengontrak Joao Cancelo saat mantan kapten klub itu sudah melihat bakat besar bek sayap tersebut sejak dia masih menjadi pemain muda selama waktunya di Valencia.

Memang Gary Neville pernah melatih, dan gagal, di Valencia, namun dia mampu melihat bakat besar yang ada dalam diri dua pemain di Mestalla kala itu, yaitu bek sayap kanan Joao Cancelo dan gelandang sentral Andre Gomes.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Pemain bertahan internasional Portugal itu kemudian semakin matang saat menjalani dua musim di Serie A bersama Inter Milan dan Juventus, hingga Manchester City melamarnya pada musim panas 2019 dalam kesepakatan transfer mencapai Rp 1,13 Trilyun, yang sebenarnya berupa kesepakatan uang tunai plus Danilo.

Sekarang Joao Cancelo telah benar-benar menjadi bagian penting dari rencana Pep Guardiola di Stadion Etihad, dan di musim ini dia sudah berhasil mengemas dua gol dan lima assist dalam 17 penampilannya di semua kompetisi.

Gary Neville berkata kepada Sky Sports, “Saya memilikinya sebagai pemain yang sangat muda di Valencia, tetapi Anda bisa melihat bakat luar biasa. Saya menelepon ke Inggris, Anda bisa membayangkan klub mana yang saya bicarakan, [mengatakan], ‘jika Anda ingin membeli pemain muda, dia salah satu yang harus Anda beli’.”

“Dia dan Andre Gomes, saya rasa, adalah talenta luar biasa yang bisa datang dan bersaing di Premier League. Andre mengalami cedera parah yang menghentikan perkembangannya. Tapi saya pikir pengalaman yang dimiliki Joao Cancelo di Italia telah meningkatkan perkembangannya terutama dari sisi defensif.”

“Dia adalah mesin atletis. Dia pelari yang brilian, dia pelari yang cantik dengan bola, dia juga pemain yang tangguh. Dia kuat, dia berani dalam bertahan, dia mempengaruhi pertandingan dalam bertahan dan menyerang. Dia benar-benar menyadari potensinya. Secara pribadi, saya senang dengan pencapaiannya sekarang.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO