
Gilabola.com – Ryan Giggs menilai Marcus Rashford kembali menikmati kariernya setelah meninggalkan Manchester United dan menjalani masa pinjaman ke beberapa klub.
Rashford terakhir bermain untuk United pada Desember 2024 sebelum Ruben Amorim menyingkirkannya dari tim utama hanya sebulan setelah sang pelatih tiba. Setelah dipinjamkan ke Aston Villa lalu Barcelona, performanya kembali stabil dan disebut lebih bahagia oleh Giggs.
Giggs melihat bahwa masa pinjaman ke Aston Villa pada Januari membuat Rashford menemukan ritme permainan yang lama hilang. Dia mengatakan bahwa performa Rashford sempat meningkat sehingga dirinya kembali dipanggil ke skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel.
Aston Villa tetap memilih tidak mempermanenkan status sang penyerang. Meski begitu, dampaknya tetap terasa bagi Rashford karena dia tiba di Barcelona dengan kondisi mental yang jauh lebih baik.
Di Barcelona, Rashford disebut tampil seperti pemain yang dulu dikenal sebagai andalan Manchester United. Dia mencatat 15 kontribusi gol dalam 17 laga pada semua kompetisi sepanjang musim ini.
Rashford sendiri pernah mengungkap bahwa meninggalkan Manchester adalah keputusan yang dia butuhkan. Giggs mendukung pendapat tersebut dan menilai kepergian sang penyerang merupakan langkah penting untuk memulihkan kariernya.
Dulu, Giggs adalah asisten Louis van Gaal saat Rashford memulai debutnya pada 2016. Dia menyaksikan langsung momen sang pemain muda mencetak dua gol di laga Eropa yang membuka jalan kariernya di tim utama.
Dalam sebuah episode podcast Rio Ferdinand Presents, Giggs menjelaskan bahwa menurutnya Rashford sudah tidak lagi terlihat bahagia di Manchester United. Dia menyebut bahwa kebahagiaan sang pemain tampak lebih jelas sejak bermain untuk klub lain.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Rashford kembali ke Manchester United, Giggs menyampaikan bahwa peluang tersebut kecil. Baginya, tanda-tanda yang ditunjukkan Rashford menggambarkan bahwa sang pemain lebih nyaman berada di luar klub lamanya.
Giggs Soroti Etos Kerja dan Hubungan dengan Fans
Giggs juga menjelaskan apa yang akan dia sampaikan jika masih bekerja di bawah Amorim terkait performa Rashford. Dia menyebut bahwa etos kerja harus menjadi perhatian utama dan menekankan bahwa seorang pemain wajib berlari kembali secepat ia berlari maju.
Dia mengatakan para suporter bisa menerima jika seorang pemain gagal memanfaatkan peluang mencetak gol. Namun mereka tidak akan memaafkan sikap pasif atau kurangnya usaha dalam pertandingan.
Giggs menilai setiap pemain memiliki kemampuan untuk bekerja keras, sehingga alasan apa pun tidak dapat membenarkan kurangnya dedikasi. Dia percaya Rashford sudah membuktikan kapasitasnya di level tertinggi dan mampu tampil di berbagai posisi.
Menurutnya, masalah kebahagiaan memainkan peran besar dalam performa pemain kreatif seperti Rashford. Dia mengatakan bahwa ketika seorang pemain menyerang sedang percaya diri, mereka memainkan sepak bola secara naluriah dengan kebebasan penuh.
Rashford dianggap kembali merasakan momen terbaik itu selama berada di Barcelona. Meski begitu, masa depannya setelah masa pinjaman berakhir masih belum jelas, terutama terkait hubungannya dengan Amorim.
Musim yang sedang dijalani Rashford menandai kebangkitan signifikan, namun keputusan mengenai apakah dia kembali ke Manchester United atau tidak masih menunggu perkembangan di akhir musim.
