Guardiola Geram Menanti Putusan 115 Dakwaan Manchester City yang Tak Kunjung Selesai

Pep Guardiola kembali menyampaikan rasa frustrasinya karena belum adanya keputusan atas 115 dakwaan Premier League terhadap Manchester City, meski kasus itu sudah berjalan sejak Februari 2023 dan sidang panjang telah rampung pada akhir 2025.

Ketidakpastian ini terus berlanjut hingga memasuki 2026, di tengah performa Manchester City yang tetap kompetitif, klaim klub yang menolak semua tuduhan, serta tekanan besar terhadap otoritas liga untuk segera menyelesaikan proses hukum tersebut.

Kasus ini pertama kali mencuat hampir tiga tahun lalu dan langsung menjadi bayang-bayang panjang bagi City. Setelah melalui proses dengar pendapat selama sekitar tiga bulan, banyak pihak memperkirakan keputusan akan segera diumumkan, namun hingga laporan keuangan tahunan klub dirilis pada Desember, belum ada perkembangan berarti.

Manchester City secara terbuka menyatakan bahwa pada saat laporan tersebut diterbitkan, belum ada resolusi apa pun. Sejumlah klaim sejak Maret yang menyebut keputusan sudah dekat terbukti keliru, membuat ketidakpastian semakin panjang tanpa kejelasan tenggat waktu.

Situasi ini membuat Guardiola kembali ditanya mengenai kapan putusan akan keluar. Dia menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki informasi lebih baik dibanding publik, bahkan menilai pertanyaan tersebut sama seperti yang dia terima satu, dua, hingga tiga tahun sebelumnya.

Guardiola Masih Menunggu, Ketidakpastian Berlanjut

Guardiola menjelaskan bahwa dia ingin adanya kepastian secepat mungkin, tetapi mengakui tidak mengetahui kapan Manchester City akan benar-benar mengetahui nasibnya. Dia juga menyiratkan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas putusan tampaknya sangat sibuk karena prosesnya terus berlarut-larut.

Nada sindiran itu mencerminkan kejenuhan yang telah lama terpendam. Selama bertahun-tahun, Guardiola secara konsisten menyatakan harapannya agar kasus ini diselesaikan dengan cepat, baik untuk klub maupun untuk integritas kompetisi secara keseluruhan.

Meski berada dalam situasi hukum yang belum jelas, Manchester City justru mencatatkan periode tersukses dalam sejarah klub. Sejak dakwaan diumumkan, tim asuhan Guardiola berhasil meraih Treble dan mencatatkan sejarah sebagai klub Inggris pertama yang menjuarai liga empat musim berturut-turut.

Prestasi tersebut menjadi kontras tajam dengan ketidakpastian di luar lapangan. Pada musim lalu, Manchester City memang hanya finis di peringkat ketiga setelah menjalani tahun yang tidak mudah, tetapi tim tetap mampu bangkit dan kembali bersaing di Premier League serta Liga Champions setelah memperkuat skuad.

Guardiola sendiri tetap fokus pada aspek olahraga. Dia menilai bahwa tugasnya adalah memastikan tim terus bersaing dan berkembang, terlepas dari isu hukum yang berada di luar kendalinya sebagai pelatih.

Posisi Klub dan Tekanan untuk Premier League

Sejak awal, Manchester City menegaskan tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan. Klub menyewa tim pengacara papan atas untuk membela reputasi mereka dan menyatakan keyakinan penuh terhadap posisi hukum yang dimiliki.

Di sisi lain, Premier League juga berada dalam tekanan besar. Dengan skala tuduhan yang begitu serius terhadap salah satu anggotanya sendiri, liga dituntut untuk membuktikan bahwa proses dan dakwaan tersebut memiliki dasar kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Memasuki tahun keempat sejak dakwaan diumumkan, tidak adanya sinyal konkret mengenai jadwal putusan membuat spekulasi terus berkembang. Namun, baik Manchester City maupun Premier League memilih tetap diam mengenai detail proses yang masih berjalan.

Bagi Guardiola, ketidakpastian ini menjadi bagian dari realitas yang harus diterima, meski tidak pernah benar-benar diinginkan. Dia berulang kali menegaskan bahwa kepastian akan membantu semua pihak, termasuk pemain dan staf, agar bisa sepenuhnya fokus tanpa beban pertanyaan yang terus berulang.