Pep Guardiola: Tak Penting Jadi Juara Usai Kalahkan Manchester United

Pep Guardiola
Pep Guardiola

Gilabola.com – Manajer Manchester City Josep Guardiola tak menganggap penting kepastian menjadi juara Liga Inggris terjadi saat mengalahkan Manchester United.

Manchester City menang dua gol tanpa balas kontra Stoke City, Selasa (13/03) dini hari WIB tadi. Dengan jeda internasional pekan depan, Manchester City baru akan bersua Everton pada 31 Maret sebelum berduel kontra Manchester United di Etihad pada 17 April, yang disebut-sebut sebagai pertandingan penentuan menjadi juara andai bisa memenanginya.

“Anda jurnalis kelima yang menanyakan pertanyaan itu. Yang terpenting adalah pada 12 Maret (Selasa, 13/3 WIB) kami mengumpulkan 81 poin dan itu jumlah yang sangat banyak,” tutur Guardiola seusai laga.

“Kami ingin menjadi juara dan kans itu ada di tangan kami sendiri. Mungkin kami bisa melakukannya dalam dua pertandingan, tapi percayalah, sebelum dan sesudah laga kontra Manchester United kami akan bermain di babak perempat final (Liga Champions) dan di momen-momen tersebut, yang terpenting adalah fokus ke laga tersebut. Tidak penting (memikirkan jadi juara dengan mengalahkan United).”

Advertisement

“Okay saya memahami pentingannya untuk para fans tapi yang terpenting adalah menjadi juara. Kapan dan di mana tidaklah penting.”

Di laga kontra Stoke City di Stadion Britannia, Selasa (13/3) Manchester City sukses menang dua gol tanpa balas berkat David Silva yang mengisi kekosongan tempat yang ditinggalkan Sergio Aguero yang tengah menderita cedera lutut.

“Sembilan atau 10 tahun di sini, skil dan kemampuan dia…. (luar biasa),” ucap Guardiola, yang sedikit kehilangan kata-kata untuk memberikan pujian terhadap pesepakbola asal Spanyol tersebut.

“Biasanya dalam permainan seperti ini, dia ini bukan pesaing utama atau pejuang, dan tidak membantu tim secara bertahan, tapi David adalah contoh yang baik bahwa pesepak bola modern harus bermain di dua sisi (bertahan dan menyerang) sepanjang laga.”

“Saya rasa semua pemain berlari tanpa bola dan berusaha untuk mencurinya dengan semangat, dan kami berusaha untuk melakukan yang terbaik kala menguasai bola.”