Gilabola.com – Musim 2025/2026 di Premier League seolah menunjukkan bahwa nilai transfer besar tak selalu menghadirkan dampak instan saat striker-striker mahal yang didatangkan ternyata tidak menjadi jaminan garansi gol.
Di antara nama yang paling sering dibicarakan adalah Viktor Gyokeres dan Benjamin Sesko. Kalau Alexander Isak bahkan sudah tidak perlu dibahas lagi karena saking lebih tidak bergunanya usai memecah rekor transfer Premier League.
Selama musim panas, Gyokeres dan Sesko menjadi dua nama yang banyak dibahas bakal pindah ke Premier League, dengan Sesko awalnya dirumorkan bakal ke Arsenal, yang malah akhirnya memilih Gyokeres.
Sebaliknya, Gyokeres begitu kerap digosipkan bakal reuni dengan Ruben Amorim di Manchester United, tapi sang striker lebih suka pindah ke Emirates dan membuat Setan Merah merekrut Sesko.
Gyokeres ditebus Arsenal dari Sporting CP senilai Rp 1,2 Triliun usai rekor golnya yang luar biasa di Portugal, tapi performanya di lini depan kerap menuai sorotan karena produktivitas gol yang dianggap kurang.
Statistik Gyokeres di Arsenal
- Total penampilan : 27
- Gol : 9
- Assist : 1
Golnya ke gawang Inter Milan sempat menguatkan keyakinan bahwa dia transfer yang tepat, tapi keputusan itu kembali diperdebatkan usai Gabriel Jesus mencetak dua gol dan menawarkan dinamika permainan yang berbeda.
Sesko lebih buruk lagi. Dia tiba di Manchester United dengan harga yang lebih murah, Rp 1,3 Triliun, tapi startnya benar-benar lambat dan baru mencetak lima gol di semua kompetisi sejauh ini.
Statistik Sesko di Manchester United
- Total penampilan : 19
- Gol : 5
- Assist : 1
Sebenarnya, jika melihat statistik kolektif, persoalan ini tidak hanya menyentuh dua striker itu. Bahkan sejak musim lalu sudah ada gelombang transfer striker mahal, tapi tidak semua menunjukkan produktivitas yang sepadan dengan harganya.
Untuk musim ini, selain Gyokeres dan Sesko, masih ada Liam Delap dan Alexander Isak. Nama terakhir ini malah bapuknya bukan main jika mengingat harga transfernya yang mencapai Rp 2,8 Triliun, yang memecahkan rekor transfer klub.
Sebagai perbandingan, bahkan catatan gol Erling Haaland sendiri sudah mampu melampaui gabungan dari beberapa striker mahal tersebut, menunjukkan betapa kontras antara harga dan produktivitas gol yang dihasilkan.
Satu-satunya striker yang bisa dianggap pengecualian adalah Hugo Ekitike. Harga transfernya jauh di bawah Isak, sekitar Rp 1,7 Triliun saja, tapi kontribusinya jauh dari rekan setimnya itu.
Sejauh ini, penyerang internasional Prancis berusia 23 tahun itu sudah menceploskan 12 gol dan tiga assist dalam 29 penampilan di semua kompetisi.
Opini Gilabola
Sebenarnya, bukan berarti bahwa investasi besar pada para striker itu sia-sia. Delap dan Isak masih terkendala cedera, Sesko masih berada dalam fase pembelajaran, sedangkan Gyokeres masih menyesuaikan dengan intensitas tinggi di Premier League.
Dalam jangka pendek, kritik akan selalu ada, tapi untuk jangka panjang, klub yang mampu menyelaraskan taktik mereka dengan karakter striker yang mereka miliki berpeluang untuk mendapatkan hasil yang lebih stabil untuk investasi mahal mereka.

