Gilabola.com – Striker Manchester City Erling Haaland tengah mengalami penurunan produktivitas dengan hanya mencetak satu gol penalti dalam enam pertandingan terakhir, situasi yang membuat Pep Guardiola menyuarakan kritik terhadap perlakuan wasit.
Performa Haaland kembali menjadi pembahasan setelah insiden kontroversi di leg pertama babak semifinal Piala Carabao Manchester City melawan Newcastle United di St James’ Park.
Di laga itu, sebuah gol City dianulir usai peninjauan VAR yang berlangsung lebih dari lima menit, di mana Haaland dianggap berada di posisi offside dan mempengaruhi jalannya pertandingan.
Akhirnya, gol kedua Semenyo dianulir, yang menimbulkan reaksi keras pihak Manchester City, meski pasukan Pep Guardiola akhirnya tetap menang dua gol usai Rayan Cherki menambah gol di masa injury time.
‘Di laga itu, Guardiola menilai keputusan tersebut tidak tepat dan menganggap Haaland kerap dirugikan, terutama dalam situasi bola mati. Menurut Guardiola, perlakuan wasit terhadap Haaland berbeda dibanding penyerang lain.
Taktisi Catalan itu menyampaikan bahwa Haaland merupakan satu-satunya penyerang yang lebih sering dinilai melakukan pelanggaran kepada bek, bukan sebaliknya. Dia menilai atribut fisik Haaland justru sering disalahartikan sebagai pelanggaran.
Produktivitas Haaland dan Beban Jadwal
Tentu saja, Erling Haaland tetap jadi tumpuan utama Manchester City dalam urusan mencetak gol, di mana dia sudah menceploskan 26 gol dalam 29 penampilannya di semua kompetisi.
Statistik Haaland Musim Ini
- Penampilan : 29
- Gol : 26
- Asisst : 4
- Rata-rata menit/gol : 92
Tapi dia mengalami penurunan produktivitas belakangan ini, hanya mencetak satu gol dari enam pertandingan terakhir, itu pun datang dari titik putih selama laga imbang 1-1 melawan Brighton.
Guardiola menilai penurunan ketajaman striker Norwegia itu tidak lepas dari padatnya jadwal pertandingan. Manchester City harus bermain hampir setiap tiga hari dengan waktu pemulihan yang terbatas.
Faktor perjalanan, kondisi fisik, serta kualitas bek tengah lawan yang semakin siap menghadapi Haaland juga dianggap berpengaruh. Juru taktik Catalan itu menekankan bahwa situasi ini bukan masalah teknis semata.
Sementara itu, Guardiola menilai bahwa perkembangan Haaland bukan hanya soal urusan gol. Menurutnya, bomber berusia 25 tahun itu juga mengalami peningkatan lain, seperti kerja sama tim dan pergerakan tanpa bola.
Pendapat Kami
Sebenarnya naik turunnya performa itu manusiawi, bahkan bagi Haaland sekalipun, jadi itu seharusnya bukan masalah besar. Jadwal padat, kelelahan, hingga strategi lawan tentu saja juga punya pengaruh. Mungkin memberi Haaland waktu istirahat juga penting untuk menjaga kebugaran dan produktivitasnya.

