Hampir Ditinggalkan, Casemiro Kini Jadi Kunci Misi Liga Champions Man United

Manchester United kembali menemukan ritme terbaiknya di saat perburuan tiket Liga Champions memasuki fase krusial. Di balik kebangkitan itu, satu nama mencuat dan menjadi perbincangan: Casemiro. Gelandang asal Brasil tersebut menunjukkan perubahan besar dalam performanya, seiring hadirnya sosok baru di kursi pelatih. Namun, ada satu momen khusus yang membuat perjalanannya musim ini semakin menarik untuk disimak.

Perubahan itu bukan terjadi begitu saja. Ada peran penting Michael Carrick yang perlahan mengubah suasana di ruang ganti dan cara bermain Setan Merah.

Bangkit Setelah Masa Sulit di Era Amorim

Sebelum Michael Carrick mengambil alih posisi pelatih kepala, Casemiro sempat berada dalam situasi yang tidak ideal. Meski masih menjadi bagian dari tim utama, posisinya sempat merosot dalam daftar pilihan Ruben Amorim.

Amorim bahkan pernah secara terbuka menyebut bahwa Casemiro berada di bawah Toby Collyer dalam urutan gelandang pilihannya. Namun, situasi tersebut tidak membuat pemain berusia 33 tahun itu menyerah.

Memasuki tahun 2025, Casemiro mulai menunjukkan kebangkitan. Ia menjadi bagian penting dalam perjalanan Manchester United hingga mencapai final Liga Europa. Meski begitu, skema 3-4-3 yang diterapkan Amorim membuatnya sering bekerja sendirian sebagai gelandang bertahan.

Dalam sistem tersebut, Casemiro kerap tertinggal di lini tengah ketika Bruno Fernandes lebih fokus membantu serangan. Akibatnya, ia sering berada dalam tekanan tanpa dukungan yang cukup.

Sentuhan Carrick Mengubah Segalanya

Situasi mulai berubah ketika Michael Carrick dipercaya memimpin tim. Mantan gelandang United itu langsung melakukan penyesuaian penting di lini tengah.

Carrick mengembalikan Kobbie Mainoo ke sektor tengah dan mendorong Bruno Fernandes bermain lebih ofensif. Perubahan ini membuat Casemiro tidak lagi sendirian menjaga keseimbangan tim.

Dampaknya terlihat jelas di lapangan. Casemiro tampil lebih lepas, lebih percaya diri, dan kembali menunjukkan kualitas terbaiknya. Performanya bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik selama empat tahun membela Manchester United.

Saat United mengalahkan Fulham, Casemiro tampil begitu dominan hingga Jamie Carragher menarik kembali komentarnya dua tahun lalu yang menyebut “sepak bola telah meninggalkannya”.

Menuju Akhir Perjalanan dengan Kepala Tegak

Musim ini juga menjadi babak terakhir Casemiro bersama Manchester United. Kontraknya akan berakhir, dan ia telah memastikan akan meninggalkan klub pada musim panas mendatang.

Meski demikian, ia berjanji tetap memberikan segalanya hingga laga terakhir. Dalam pernyataannya, Casemiro menegaskan bahwa masih banyak kenangan yang ingin ia ciptakan bersama tim dalam empat bulan terakhir musim ini.

“Saya masih ingin berjuang bersama tim. Fokus saya tetap membantu klub meraih kesuksesan,” ungkapnya.

Michael Carrick pun memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap dan etos kerja sang gelandang.

“Saya sangat menghormati cara dia bekerja setiap hari. Tekad dan semangatnya luar biasa. Dia ingin menutup musim ini dengan kuat,” kata Carrick.

Jamie Carragher juga mengakui kebangkitan Casemiro.

“Dia menutup kariernya di sini dengan sangat baik. Musim ini luar biasa. Memang ada masa sulit sebelumnya, tapi sekarang dia bangkit. Sepak bolanya jelas belum hilang,” ujarnya.

Ucapan Terima Kasih yang Disampaikan Diam-Diam

Di tengah pujian publik, Casemiro memilih cara berbeda untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Carrick. Ia melakukannya secara pribadi, bukan di depan media.

Menurut laporan The Athletic, Casemiro mendatangi Carrick setelah tiga laga pertamanya sebagai pelatih dan mengucapkan terima kasih. Ia mengatakan bahwa dirinya kembali “merasa seperti pesepak bola”.

Ucapan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Carrick terhadap kondisi mental dan performanya. Casemiro dikenal sebagai pemain yang sangat menghargai rasa hormat, dan pernyataannya mengindikasikan bahwa hal itu sempat ia rasakan kurang di era Amorim.

Meski pada akhirnya berhasil meyakinkan Amorim, kehadiran Carrick membuatnya merasa lebih dihargai dan dipercaya.

Man United Melesat, Tiket Liga Champions Jadi Target

Bersama Casemiro yang kembali ke performa terbaik, Manchester United kini mencatat tiga kemenangan beruntun di bawah asuhan Carrick. Catatan ini hanya sekali mereka raih dalam 14 bulan di era Amorim.

Akhir pekan ini, United akan menjamu Tottenham yang tengah dilanda badai cedera. Laga tersebut menjadi kesempatan emas untuk memperpanjang tren positif sekaligus menjaga peluang finis di empat besar.

Casemiro sendiri direkrut pada 2022 dengan misi jelas: membawa United kembali ke Liga Champions. Ia pernah lima kali menjuarai kompetisi tersebut bersama Real Madrid dan langsung sukses mewujudkan target itu di musim pertamanya.

Namun, dalam dua musim terakhir, Setan Merah gagal lolos ke Liga Champions. Absennya mereka dari kompetisi elite Eropa berdampak besar pada pendapatan komersial klub.

Karena itu, kembali ke jajaran elit sepak bola Eropa menjadi target utama. Dan sekali lagi, Casemiro berada di garis depan perjuangan tersebut.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!