Harry Kane Bukan Pemain Pertama yang Ngambek Demi Paksakan Transfer

Gilabola.com – Sudah dua hari Harry Kane missing! Tidak datang melapor ke pusat latihan Tottenham di Hotspur Way. Jika hari Rabu pagi (4/8) waktu Inggris tidak muncul lagi maka sudah tiga hari berturut-turut, ia ngambek latihan demi memaksakan transfernya ke Manchester City.

Harry Kane memiliki libur selama tiga minggu setelah membantu Inggris mencapai final Euro 2020. Spurs tidak memberikan penjelasan, mengapa pemain berusia 28 tahun itu tidak muncul di lapangan Hotspur Way. Selama ini sang striker Inggris merasa dia memiliki kesepakatan tidak tertulis dengan CEO Spurs Daniel Levy bahwa dia bisa meninggalkan klub musim panas 2021 ini.

Langkah transfer tidak terwujud sebelum dimulainya Piala Eropa 2020, seperti yang dia harapkan, tetapi Manchester City tetap tertarik untuk mengontrak kapten Inggris tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Dalam sejarah sepak bola, Harry Kane bukan satu-satunya pemain yang ngambek latihan demi memaksakan transfer. Kita masih ingat bahwa Philippe Coutinho, Dani Alves, Diego Costa, Ousmane Dembele, Gareth Bale, Sergio Aguero dan Thibaut Courtois pernah melakukan hal yang sama.

Philippe Coutinho ke Barcelona

Coutinho, misalnya, mulai ngambek dan tidak muncul pada sesi latihan saat santer kabar bahwa Barcelona menaksirnya, memasukkan tawaran, tapi terus menerus diabaikan oleh Liverpool. Pelatih The Reds Juergen Klopp selalu mengatakan sang pemain Brasil tengah cedera tetapi, tentu saja, tidak ada orang yang percaya pada keterangan itu.

Setelah jendela transfer ditutup, Coutinho bisa bermain lagi bagi Liverpool dan bahkan bermain di Liga Champions, membantu The Reds lolos ke babak sistem gugur. Namun, Barcelona kemudian berhasil menyegel kesepakatan pada Januari 2018 dan kali ini Liverpool tidak menghalangi transfer sebesar 2,8 Trilyun rupiah itu.

Dani Alves ke Barcelona

Dani Alves bermain rata-rata 51 pertandingan per musim bersama dengan Sevilla dalam empat musim terakhirnya, 2004 sampai 2008, saat mana dia membantu klub memenangkan gelar Copa del Rey dan dua Piala UEFA (yang sekarang bernama Liga Europa).

Tapi ada momen ketika dia hampir memastikan kepindahannya ke Liga Inggris. Chelsea tengah mencari seorang full-back pada musim panas 2007 tetapi klub La Liga itu menolak tiga tawaran yang masuk. Hal ini membuat Dani Alves kesal karena ia sangat ingin pindah ke klub besar.

Pada tahun yang sama, 2008, Pep Guardiola mengambil alih posisi manajer di Barcelona dan menargetkan pemain Brasil tersebut. Kali ini, Alves tidak mau mengalah. Dia menolak bermain untuk Sevilla dan dengan segera mendapatkan keinginannya untuk pindah ke Camp Nou, dengan Sevilla menyetujui biaya transfer 460 Milyar rupiah.

Diego Costa ke Atletico

Usai membantu Chelsea memenangkan gelar Liga Inggris pada musim perdana Antonio Conte, manajer Italia itu mengiriminya pesan teks, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak masuk dalam rencana permainannya di Stamford Bridge dan bahwa dia bebas untuk pergi.

Hubungan buruknya dengan Conte dimulai pada Januari 2017 ketika striker Spanyol kelahiran Brasil itu bertengkar dengan sang pelatih The Blues menyangkut kebugarannya. Hubungan sudah cukup tegang ketika Costa mengatakan dia ingin pergi meninggalkan Chelsea pada musim panas 2016.

Diego Costa kemudian memutuskan untuk tetap tinggal di Brasil daripada kembali untuk latihan pramusim bersama The Blues. Tidak ada transfer yang disetujui pada musim panas itu dan Atletico Madrid juga tengah menjalani larangan transfer musim panas 2016 itu.

Pada akhirnya, setelah menunggu selama enam bulan, Diego Costa memastikan kepindahannya ke Rojiblancos, secara resmi bergabung kembali dengan mantan klubnya itu pada Januari 2018.

Ousmane Dembele ke Barcelona

Lagi-lagi Barcelona. Gaji luar biasa besar yang menjadi cara khas mereka merebut pemain bintang sekali lagi terbukti manjur.

Usai kepergian Neymar ke Paris Saint-Germain, Barca melihat Ousmane Dembele sebagai pilihan yang cocok. Ia mengobrak-abrik pertahanan lawan saat bermain bersama Pierre-Emerick Aubameyang.

Ketika Dembele mendapatkan kabar tentang minat Barcelona terhadapnya, perhatiannya teralihkan. Dortmund menolak tawaran awal dari raksasa La Liga itu, yang membuat Dembele melewatkan sesi latihan – sebuah langkah yang membuatnya diskors oleh klub.

Tapi pada akhirnya, Dembele mendapatkan keinginannya setelah Dortmund menerima biaya transfer awal mendekati 2 Trilyun rupiah yang bisa naik menjadi 2,7 Trilyun rupiah total, jika mencakup bonus-bonus.

Gareth Bale ke Real Madrid

Musim Liga Inggris 2013-2014 dimulai dan Gareth Bale tidak terlihat. Klub memberi keterangan cedera dan itu sebabnya ia tidak dilibatkan dalam laga-laga pramusim. Tapi ternyata pemain yang sama bisa turun membela Wales pada periode waktu itu. Pada akhirnya Gareth Bale mendapatkan keinginannya, kepindahan senilai 1,7 Trilyun rupiah.

Sergio Aguero ke Manchester City

Pemain berikutnya yang memaksakan kepindahannya adalah Sergio Aguero, yang mengeluh bahwa keinginannya untuk meninggalkan Atletico selalu dipersulit. Pada 23 Mei 2011, Aguero menulis di situsnya sendiri bahwa ia menginginkan transfer dan minta dirilis dari kontraknya. Untuk mempercepat transfer, Aguero kemudian tidak melapor ke klub untuk persiapan pra-musim, memilih untuk tinggal sementara di Argentina. Sebagai akibatnya Atletico terpaksa melepasnya ke Manchester City dengan harga di kisaran 800 Milyar rupiah.

Courtois ke Real Madrid

Kiper Thibaut Courtois adalah contoh lain pemain yang memaksakan kepindahan. Kontrak kiper Belgia itu di Stamford Bridge berakhir pada 2019 dan dia tidak berniat meneken perpanjangan kontrak. Daripada mengambil risiko kehilangan Courtois secara gratis, Chelsea ingin menjualnya ke Real Madrid, namun kesepakatan hanya akan terjadi jika Chelsea menemukan penggantinya. Courtois kemudian melewatkan pertandingan Community Shield dan sejak itu juga tidak kembali untuk sesi latihan. Ia mendapatkan keinginannya, transfer ke Santiago Bernabeu.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO