Gilabola.com – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menilai keberhasilan timnya melaju ke semifinal Liga Champions UEFA bisa menjadi dorongan besar jelang laga krusial melawan Manchester City di papan atas Premier League.
Arsenal memastikan tempat di empat besar kompetisi Eropa tersebut usai bermain imbang tanpa gol melawan Sporting Lisbon di Stadion Emirates. Hasil itu cukup untuk membawa mereka lolos berkat kemenangan tipis di leg pertama lewat gol Kai Havertz di Portugal.
Selanjutnya, The Gunners akan menghadapi Atletico Madrid dalam duel dua leg demi memperebutkan tiket ke partai final musim ini.
Meski tidak tampil maksimal dan sempat mendapat ancaman ketika Geny Catamo mengenai tiang gawang yang dijaga David Raya, hasil imbang tersebut tetap memberi kepercayaan diri tambahan bagi tim asal London itu.
Laga berikutnya menjadi ujian besar, karena mereka akan bertandang ke markas City, Stadion Etihad, pada Minggu waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Arteta menegaskan hasil ini sangat penting untuk membangun momentum.
“Seratus persen. Ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk menghadapi semifinal. Kompetisi ini sangat sulit, dan kami tahu apa yang sudah kami capai,” ujarnya.
Ia juga menilai timnya pantas mencapai fase ini setelah kerja keras sepanjang musim.
“Kami memang layak berada di sini. Para pemain pantas menikmatinya karena mereka sudah bekerja sangat keras,” lanjutnya.
Pencapaian Bersejarah Arsenal
Arteta menyebut keberhasilan menembus semifinal dua musim beruntun merupakan catatan bersejarah bagi klub.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak mudah, apalagi tim harus menghadapi berbagai kendala sepanjang perjalanan.
“Ada banyak kerja keras di balik ini semua. Kami melakukan sesuatu yang belum pernah dicapai klub ini dalam 140 tahun sejarahnya. Itu menunjukkan betapa sulitnya,” kata Arteta.
Ia juga menyoroti kondisi tim yang tidak ideal karena sejumlah pemain kunci absen.
Beberapa nama seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Jurrien Timber masih belum bisa tampil karena cedera. Sementara Noni Madueke juga diragukan untuk laga berikutnya setelah mengalami masalah pada lutut.
Tekanan dan Kritik Terbayar
Sebelum pertandingan ini, Arsenal sempat berada dalam tekanan setelah kekalahan mengejutkan dari Bournemouth, yang terjadi setelah hasil buruk di kompetisi domestik lainnya.
Namun demikian, untuk musim kedua secara beruntun, mereka menjadi satu-satunya wakil Inggris yang berhasil bertahan hingga semifinal kompetisi Eropa tersebut.
Arteta menilai jadwal padat di liga domestik menjadi salah satu faktor beratnya persaingan.
“Ada alasan kenapa kami menjadi satu-satunya tim Inggris yang tersisa. Kompetisi domestik dan jadwal yang padat sangat menguras tenaga,” jelasnya.
Ia juga mengakui timnya masih memiliki kekurangan.
“Kami belum sempurna dan masih perlu berkembang. Tapi apa yang sudah dilakukan para pemain ini memiliki nilai besar,” tambahnya.
Sporting Merasa Layak Lebih
Di sisi lain, pelatih Sporting, Rui Borges, merasa timnya pantas mendapatkan hasil lebih baik.
Ia menilai anak asuhnya mampu memberikan perlawanan kuat sepanjang dua leg pertandingan.
“Rasa bangga adalah kata yang tepat untuk para pemain atas apa yang mereka lakukan di dua pertandingan ini,” ujarnya.
Menurutnya, timnya memiliki peluang yang cukup untuk memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
“Saya rasa kami layak mendapatkan lebih, bahkan mungkin hingga perpanjangan waktu. Kami menunjukkan karakter dan keberanian melawan salah satu tim terbaik di Eropa,” katanya.
Borges juga menilai timnya lebih berbahaya dalam menciptakan peluang.
“Kami memiliki peluang terbaik, sementara mereka tidak terlalu banyak menciptakan ancaman di kotak penalti kami, baik di sini maupun di Lisbon,” tutupnya.

