Hasil Liga Inggris: Kiper Jerman Buka Kaki Terlalu Lebar, Everton Kini Punya Harapan Lolos Liga Champions

Gilabola.com – Lihat fotonya. Gara-gara kiper Arsenal asal Jerman ini mengangkang terlalu lebar, serangan pemain Everton Richarlison dari sudut sempit melewati kakinya, memantul dan berbelok ke gawang sendiri. Adegan konyol ini membawa The Toffees semakin dekat dengan zona Liga Champions.

Pertandingan Premier League di kandang Arsenal pada Sabtu dinihari 24 April 2021 usai dengan kekalahan 0-1 oleh gol bunuh diri Bernd Leno. Everton melancarkan serangan sama banyaknya dengan tuan rumah meski kalah dalam hal dominasi bola. Sudah tertutup peluang Arsenal tembus ke empat besar Liga Inggris.

Adegan gol Everton itu diawali sebuah umpan panjang dari arah belakang yang dibiarkan oleh sang pemain Brasil melaju ke depan, sebelum digiringnya mendekati gawang dari sisi kiri dan dari sudut yang sangat sempit melepaskan serangan melalui kaki Bernd Leno. Gerakan kaki yang salah dari sang kiper Jerman menyebabkan bola berbelok ke gawang sendiri. Sebuah gol bunuh diri yang sangat mengesankan!

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Ini merupakan penampilan mengecewakan bagi pasukan Mikel Arteta. Kekalahan kedua dari lima laga terkini, gagal menang keenam kalinya dari 10 pertandingan terbaru di semua kompetisi. Sebuah kemenangan seharusnya bisa membawa Arsenal melompati Everton dan merebut posisi delapan klasemen Liga Inggris.

Channel Gilabola di Youtube

Sebelum gol tadi, peluang terbaik Everton terjadi pada menit 39 saat Gylfi Sigurdsson mengambil tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti dan sepakannya menghantam mistar gawang! Leno sudah salah posisi dan hanya terpaku melihat bola menghantam mistar.

Sang pemain Islandia nyaris membuka skor dua menit setelah babak kedua dimulai. Sebuah passing disambarnya dengan tembakan ke sudut kanan gawang tapi berhasil dibersihkan pemain bertahan Arsenal sesaat sebelum menembus gawang.

The Gunners memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol dengan hadiah penalti pada menit 52, saat Richarlison menjatuhkan pemain tuan rumah di dalam kotak, tapi wasit Jon Moss membatalkan penalti dengan alasan sudah terjadi offside lebih dulu sesaat sebelumnya. Masalahnya, offside yang dipakai sebagai alasan tampak tidak relevan. Benar-benar sangat tipis. Sepertinya ada usaha dari korps baju hitam untuk menurunkan derajat VAR. Lihat sendiri.

Pertandingan berlangsung dengan dominasi bola bagi Granit Xhaka dan kawan-kawan. Mencapai 59 persen pada separuh pertama laga, turun menjadi 58 persen pada 45 menit babak kedua. Secara total tuan rumah melepaskan 12 percobaan serangan, sembilan oleh skuad Carlo Ancelotti, dengan masing-masing memiliki dua shots on target, tapi tim tamu lebih beruntung.

Hasil ini membuat Everton kini mengoleksi 52 poin, tiga poin saja jauhnya di bawah Chelsea yang menghuni posisi keempat klasemen Premier League dengan enam laga tersisa. Bagi Arsenal, perolehan 46 poin dan sisa lima pertandingan sudah mengakhiri peluangnya bermain di Liga Champions, musim depan.

AHABET
AHABET