Hasil Tottenham vs Everton, Diwarnai Perkelahian Son dan Lloris

Hasil Tottenham vs Everton, Diwarnai Perkelahian Son dan Lloris

Gila Bola – Hasil Tottenham vs Everton usai 1-0 pada pekan 33 Liga Inggris hari Selasa (7/7), tapi lebih menarik membahas mengapa nyaris terjadi perkelahian Son Heung-min dan Hugo Lloris pada akhir babak pertama.

Anak buah Jose Mourinho menang satu gol saja pada pertandingan Premier League, Selasa dinihari, saat mereka menjamu skuad asuhan Carlo Ancelotti. Satu-satunya gol terjadi melalui bunuh diri Michael Keane pada menit 24, membelokkan satu serangan Giovani Lo Celso.

Tidak ada gol terjadi lagi setelah itu meski Spurs mencatatkan dua serangan on target selama babak kedua, sesuatu yang sama sekali gagal mereka lakukan pada babak pertama. Namun fokus dari pertandingan ini adalah perkelahian Son dan Lloris pada waktu beberapa detik saja setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Sang kapten Tottenham itu sepertinya tidak puas pada satu perilaku atau ucapan Son, mendatanginya dan melakukan konfrontasi di dekat pinggir lapangan saat para pemain Spurs hendak memasuki lorong ke kamar ganti. Giovani Lo Celso yang tendangannya tadi berhasil memaksa Michael Keane bunuh diri, terjepit di antara dua pemain yang panas itu, sebelum Moussa Sissoko danĀ  Harry Winks memisahkan kedua pemain tersebut. Urung terjadi perkelahian di atas lapangan hijau, entah di kamar ganti.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Rupanya ini alasan Hugo Lloris hendak menampar Son Heung-min. Sang striker Korea Selatan itu nyolot!

Menurut sejumlah analisis yang beredar di media sosial, yang untuk sementara ini menjadi satu-satunya rujukan kita soal perkelahian Son dan Lloris itu, sang pemain Korea Selatan kehilangan bola di garis setengah lapangan yang kemudian dikirimkan ke Richarlison dan hampir saja sang pemain Brasil mencetak gol penyama kedudukan pada detik-detik terakhir babak pertama. Anda bisa melihat di rekaman ini, beberapa saat setelah tendangan Richarlison meleset di sisi gawang Hugo Lloris. Perhatikan reaksi sang kiper Prancis dan respons balik Son Heung-min.

Kedua pemain muncul baik-baik saja usai turun minum meski, sejujurnya, wajah keduanya masih tidak mengenakkan. Masih ada ganjelan di antara mereka berdua. Son terutama, belum move on usai dipermalukan di hadapan penonton seluruh dunia. Perdamaian yang dipaksakan?

Pertandingan itu sendiri berlangsung minim serangan. Kedua manajer senior yang menukangi timnya masing-masing, Mourinho dan Carlo Ancelottti untuk tim tamu, tahu betapa berbahayanya lawan dalam serangan balik, memasang strategi bertahan yang baik.

Terjadi sedikitnya dua peluang bagi Tottenham dan dua bagi Everton pada babak kedua pertandingan. Menit 64 satu umpan akurat dari Lo Celso sampai ke Son Heung-min, yang kemudian melepaskan tendangan melengkung tapi meleset sedikit saja di sisi kanan gawang Jordan Pickford. Setelah itu selang beberapa belas detik saja satu umpan lagi, kali ini dari Lucas Moura, sampai ke kaki Son tapi Pickford menjatuhkan dirinya ke sisi kiri untuk menggagalkan malam sang penyerang Korea Selatan tersebut. Bukan malam yang ingin dikenangnya.

Sementara itu satu tendangan bebas dari Bernard berhasil diblok kiper Hugo Lloris sebelum bola rebound disambar oleh Tom Davies tapi melebar. Selang beberapa menit satu lagi tendangan bebas masuk ke dalam kotak penalti dan dicongkel oleh Dominic Calvert-Lewin, namun berhasil diselamatkan oleh sang kiper Prancis.

Tidak ada gol lagi. Dominasi bola 48 persen saja milik anak-anak Mourinho, sisanya untuk Ancelotti. Shots on target dua milik tuan rumah, tiga milik Everton. Hasil pertandingan Tottenham vs Everton usai dengan skor akhir 1-0. Hasil ini sudah cukup membawa Spurs naik ke posisi 8 dengan 48 poin, sama banyaknya dengan Sheffield United tapi unggul selisih gol. Tottenham kini satu poin di bawah musuh London Utara mereka, Arsenal.