Hindari Cedera Otak, Pemain Liga Inggris Sekarang Dilarang Nyundul 10 Kali Lebih

Gilabola.com – Tentu saja aturan ini dibuat bukan tanpa alasan saat pihak Premier League kini mulai menerapkan aturan yang cenderung baru dan menarik dalam sepak bola profesional, membatasi jumlah sundulan yang dilakukan seorang pemain dalam sesi latihan.

Jadi mulai musim baru ini, para pemain sepak bola profesional akan dibatasi maksimal sepuluh sundulan dalam latihan per pekan di bawah panduan baru yang bertujuan untuk membantu mengurangi risiko cedera otak.

Aturan baru ini merupakan tanggapan dari penelitian yang menghubungkan jumlah sundulan berulang dengan penyakit otak neurodegeneratif seperti demensia, sehingga protokol ini mulai diberlakukan sebelum dimulainya musim baru Premier League 2021/2022.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Protokol baru yang diluncurkan dengan dukungan FA, PFA, Premier League, EFL dan LMA ini diharapkan dapat diikuti para anggota mereka dengan baik, meski belum tertulis sebagai aturan pada tahap ini.

Pihak berwenang juga memutuskan untuk bertindak karena memang terbukti bahwa ada semakin banyak kondisi otak degeneratif yang diderita mantan pemain sepak bola setelah mereka pensiun, sebagai akibat dari seringnya mereka melakukan sundulan dan mengalami duel kepala.

Jadi dalam penerapannya nanti, setiap klub harus memantau dengan cermat jumlah waktu setiap pemain menyundul bola yang ditendang dari jarak jauh, termasuk tendangan sudut. Mereka akan diminta berhenti setelah mencapai 10 digit sundulan dalam latihan selama sepekan tersebut.

Memang menurut penelitian, pemain sepak bola profesional memiliki risiko tiga setengah kali lebih besar daripada orang lain di usia yang sama di masyarakat umum untuk berisiko meninggal karena demensia.

Sundulan sudah dilarang di Inggris untuk anak-anak di bawah usia 11 tahun, dan sekarang pihak penanggung jawab kompetisi di negeri ini akan membatasi setiap pemain profesional hingga maksial sepuluh kali sundulan saja dalam sepekan.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO