Gilabola.com – Kebersamaan Tottenham Hotspur dengan Igor Tudor resmi berakhir setelah hanya berlangsung selama 44 hari sejak penunjukannya. Klub asal London itu kini kembali mencari sosok pelatih baru, yang akan menjadi pelatih keempat dalam periode kurang dari satu tahun.
Untuk sementara, peran pelatih dipegang oleh asisten interim Bruno Saltor yang memimpin latihan tim. Manajemen klub menargetkan pelatih permanen sudah tersedia sebelum para pemain kembali dari jeda internasional pekan ini.
Performa Memburuk Sejak Pergantian Pelatih
Tudor mulai menangani tim pada 14 Februari setelah menggantikan Thomas Frank yang dipecat tiga hari sebelumnya. Namun, hasil yang diraih jauh dari harapan.
Dalam lima laga Premier League yang dipimpinnya, Tottenham hanya mampu meraih satu poin dan juga gagal melanjutkan perjalanan di UEFA Champions League.
Dari tujuh pertandingan di semua kompetisi, Spurs hanya mencetak sembilan gol tetapi kebobolan hingga 20 gol, sebuah catatan yang menunjukkan lemahnya pertahanan tim.
Awal Sulit dan Masalah Konsistensi
Debut Tudor dimulai dengan kekalahan telak 1-4 dari Arsenal di kandang sendiri. Setelah pertandingan tersebut, ia mengakui kondisi tim lebih buruk dari perkiraan, terutama karena banyak pemain mengalami cedera yang berdampak pada kebugaran dan mental.
Hasil negatif berlanjut saat Tottenham kalah dari Fulham dan tampil buruk di babak pertama ketika menghadapi Crystal Palace.
Dalam laga melawan Palace, Spurs sempat unggul melalui gol Dominic Solanke pada menit ke-34. Namun situasi berubah drastis setelah Micky van de Ven menerima kartu merah empat menit kemudian akibat pelanggaran yang berujung penalti. Bermain dengan 10 orang membuat Tottenham kehilangan kendali, hingga kebobolan tiga gol sebelum turun minum.
Kesalahan di Liga Champions Berujung Fatal
Masalah juga muncul di kompetisi Eropa saat menghadapi Atletico Madrid. Tudor membuat keputusan dengan memainkan Antonin Kinsky sebagai kiper utama menggantikan Guglielmo Vicario.
Keputusan tersebut tidak berjalan baik. Dua kesalahan fatal dalam 15 menit awal membuat Spurs tertinggal 0-3, sebelum akhirnya Kinsky ditarik keluar. Tottenham sempat tertinggal 0-4 dan akhirnya kalah 2-5, hasil yang sulit dibalik meskipun mereka menang pada leg kedua.
Kemenangan di leg kedua tersebut menjadi satu-satunya kemenangan Tudor selama menjabat, dengan dua gol dicetak oleh Xavi Simons.
Taktik Tidak Konsisten dan Kritik Internal
Kontribusi kreatif Xavi Simons sebenarnya cukup menonjol sejak awal tahun, namun perannya justru tidak maksimal di bawah Tudor. Ia kerap dimainkan di posisi yang kurang ideal dalam skema 4-4-2.
Pendekatan taktik Tudor dinilai tidak stabil. Ia sering mengganti formasi, mulai dari tiga bek hingga empat bek, serta mengubah komposisi lini depan. Beberapa pemain juga ditempatkan di posisi yang tidak sesuai, sementara pemain penting seperti Simons dan Conor Gallagher tidak dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, gaya komunikasi Tudor juga menuai sorotan. Sikapnya yang dianggap pasif-agresif terlihat tidak hanya di ruang ganti, tetapi juga saat menghadapi media.
Situasi semakin sulit karena asistennya, Ivan Javorcic, tidak dapat bergabung akibat kendala izin kerja, yang turut memengaruhi performa tim.
Kekalahan dari Nottingham Forest Jadi Penutup
Kekalahan dari Nottingham Forest menjadi akhir dari masa jabatan Tudor. Laga tersebut sangat penting dalam upaya menghindari degradasi, namun Tottenham kembali tampil buruk dan kebobolan tiga gol di kandang.
Meskipun masalah klub tidak sepenuhnya disebabkan oleh pelatih, hasil negatif ini tetap menjadi faktor utama di balik keputusan pemecatan.
Setelah pertandingan, Tudor juga menerima kabar duka atas meninggalnya sang ayah, Mario. Pihak klub menyampaikan simpati sebelum ia meninggalkan London.
Posisi Tottenham di Klasemen
Performa Tottenham saat ini sangat mengkhawatirkan. Mereka tidak meraih kemenangan dalam 13 laga terakhir di Premier League dan hanya mengumpulkan lima poin dari total 39 poin yang tersedia sepanjang tahun 2026.
Saat ini Spurs mengoleksi 30 poin, hanya unggul satu poin dari West Ham United di posisi ke-18. Kedua tim masih memiliki tujuh pertandingan tersisa.
Jadwal pertandingan Tottenham ke depan:
- 12 April vs Sunderland
- 18 April vs Brighton & Hove Albion
- 25 April vs Wolverhampton Wanderers
- 2 Mei vs Aston Villa
- 9 Mei vs Leeds United
- 17 Mei vs Chelsea
- 24 Mei vs Everton
Target Utama Tottenham: Bertahan di Premier League
Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, fokus utama Tottenham adalah menghindari degradasi dari Premier League.
Jika sampai terdegradasi, itu akan menjadi kali pertama sejak 1977 mereka turun dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Selain Tudor, dua staf lainnya yakni pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci juga meninggalkan klub. Masa kepelatihan yang sangat singkat ini pun berakhir dengan hasil yang mengecewakan.

