
Mantan pemain sayap Perry Groves menyarankan Mikel Arteta untuk tidak menurunkan Viktor Gyokeres sebagai starter dan tetap mempercayakan posisi lini depan kepada Kai Havertz saat menghadapi Newcastle United pada Sabtu malam WIB di laga lanjutan Premier League.
Pada laga sebelumnya, Havertz dipercaya tampil sebagai ujung tombak dan berhasil mencetak gol ketika menghadapi Manchester City. Namun, kekalahan 1-2 membuat peluang juara tim asal London itu menjadi semakin sulit.
Di pertandingan lain, pasukan Pep Guardiola sukses meraih kemenangan 1-0 atas Burnley pada pertengahan pekan, yang membuat mereka melampaui posisi Arsenal di puncak klasemen dengan lima laga tersisa di Premier League.
Performa Arsenal sendiri tengah menurun setelah hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua ajang. Meski begitu, peningkatan permainan saat melawan City memberikan sedikit harapan.
Groves menilai tidak perlu ada perubahan di lini depan saat menjamu Newcastle yang sedang mengalami penurunan performa.
Dalam pernyataannya kepada Metro, ia menjelaskan bahwa dirinya menyukai gaya bermain Gyokeres, termasuk sikap dan kontribusinya sepanjang musim. Striker tersebut sudah mengoleksi 18 gol dan masih dalam proses beradaptasi dengan tim.
Namun, ia melihat peran Havertz memberikan keseimbangan yang lebih baik. Saat menghadapi City, Arsenal bermain lebih langsung dengan umpan panjang cepat dari David Raya ke arah Havertz di sisi lapangan. Situasi ini memungkinkan Havertz menahan bola atau mengalirkannya kepada rekan setim.
Menurut Groves, kemampuan Havertz dalam menahan bola memberikan kontrol tambahan dalam permainan, sehingga Gyokeres kemungkinan harus menunggu kesempatan berikutnya.
Newcastle Diprediksi Bertahan, Arsenal Harus Fokus pada Diri Sendiri
Groves memperkirakan Newcastle akan bermain lebih bertahan dalam pertandingan ini. Tim tersebut tengah berada dalam tren negatif dengan delapan kekalahan dari 11 pertandingan terakhir di liga.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa laga antara kedua tim selalu berlangsung dengan tensi tinggi, sehingga Newcastle kemungkinan tetap meningkatkan performa mereka.
Ia juga menyebut kemungkinan kembalinya Bruno Guimaraes akan menjadi tambahan penting bagi tim tamu.
Namun, Groves menekankan bahwa fokus utama harus tetap pada Arsenal. Ia menilai tim tidak bisa mengontrol strategi lawan, baik itu menekan tinggi atau bertahan dalam, sehingga pendekatan dan mentalitas sendiri menjadi kunci utama.
Arteta Diminta Meniru Ketenganan George Graham
Groves yang merupakan bagian dari skuad Arsenal saat menjuarai liga pada 1989 memahami tekanan di fase akhir musim.
Ia menilai sikap tenang dari pelatih sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri pemain. Menurutnya, tekanan akan selalu ada, baik saat memimpin klasemen maupun saat mengejar.
Namun, tekanan akan terasa lebih besar ketika sebuah tim berada di posisi terdepan karena ada kekhawatiran kehilangan keunggulan.
Groves mencontohkan kepemimpinan George Graham yang dinilainya luar biasa tenang dan mampu menularkan keyakinan kepada tim saat menghadapi laga penentuan gelar pada 1989.
Ia pun menegaskan bahwa Arteta harus menunjukkan sikap serupa. Dengan ketenangan dan kepercayaan terhadap pemain, pelatih bisa membantu tim melewati tekanan.
Groves menambahkan bahwa kepercayaan diri pemain sangat penting, dan pelatih perlu meyakinkan mereka bahwa karakter yang dimiliki sudah cukup untuk menghadapi situasi krusial.
