Ini yang akan Dibawa Antonio Conte ke Manchester United, Termasuk Rencana Terhadap Ronaldo

Antonio Conte difavoritkan jadi manajer baru Manchester United gantikan Ole Gunnar Solskjaer. Begini cetak biru pelatih Italia itu di Old Trafford, termasuk rencananya untuk Cristiano Ronaldo.

Gilabola.com – Solskjaer berpeluang besar kehilangan pekerjaannya di Manchester United, dan Conte menjadi salah satu pelatih yang berpeluang besar menggantikannya. Namun, apa yang akan dibawa mantan pelatih Chelsea itu ke Old Trafford?

Jika Conte akhirnya benar-benar menjadi pelatih MU, suporter fanatik Setan Merah tentunya mengharapkan sesuatu dari kedatangannya ke Old Trafford. Pelatih asal Italia yang temperamental itu terkenal kerap berapi-api, meskipun harus diakui ia punya kemampuan untuk merebut trofi, seperti yang sudah ia buktikan di beberapa klub yang pernah diasuhnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Antonio Conte tercatat memenangkan tiga gelar Serie A dalam tiga musim beruntun bersama Juventus saat ia mengasuh klub Turin itu pada tahun 2011 hingga 2014. Lalu, ia juga sukses membawa Chelsea memenangkan gelar Liga Premier di tahun 2016/17,  dan kembali merebut gelar juara Serie A bersama Inter Milan musim lalu.

Namun, secepat kilat Conte tinggalkan Giuseppe Meazza tak lama setelah mereka merebut gelar juara, dan kini dia dikaitkan dengan rencana menggantikan Solskjaer di Manchester United.

Sampai saat ini, Solskjaer memang masih bertahan di Old Trafford, tapi usai kekalahan memalukan 0-5 dari Liverpool, pelatih asal Norwegia itu tampaknya tinggal selangkah lagi akan tinggalkan jabatannya, dibandingkan sebelumnya. Tapi, jika Conte memang akan menggantikannya, lalu apa yang akan dia berikan pada MU? Berikut ulasan Mirror.

Mengobrak-abrik Lini Belakang
Sejak kekalahan beruntun yang dialami Chelsea dari Liverpool dan Arsenal di awal musim 2016/17 season, turunkan empat pemain belakang seakan menjadi kutukan bagi Antonio Conte karena dia lebih suka andalkan tiga bek tengah.

Pergantian ini kemudian menghasilkan 13 kemenangan beruntun yang menakjubkan dan secara efektif membuat The Blues sukses amankan gelar juara Liga Premier. Saat itu, Conte terbiasa turunkan tiga bek, yakni David Luiz, Gary Cahill dan Cesar Azpilicueta sebagai andalannya di lini belakang.

Hal itu juga terjadi di Inter Milan, di mana Conte andalkan Stefan de Vrij, Milan Skriniar dan Alessandro Bastoni yang merupakan tiga pemain yang biasa dikerahkan Conte di klub itu musim lalu, saat Inter merebut gelar juara Serie A dan ini menjadi kesuksesan kelimanya di liga papan atas.

Lalu, bagaimana di Manchester United? Mengulang hal ini di United, Antonio Conte diperkirakan akan andalkan tiga bek yang ada, yakni Raphael Varane, Harry Maguire, Victor Lindelof dan Eric Bailly. Namun, walaupun Solskjaer kadang-kadang turunkan tiga bek, hal itu bukan sistem yang sering ia terapkan.

Harry Maguire juga telah menerapkannya bersama Timnas Inggris, dan Varane cukup bagus dalam beradaptasi dengan sistem apapun. Tentunya, Conte kemungkinan akan sangat senang jika klub datangkan tambahan baru, di mana ada Skriniar atau Bastoni yang bisa melengkapi trio bek MU yang solid. Atau, dia mendapatkan solusi lain dari skuad yang ada.

Pindahnya Aaron Wan-Bissaka?
Langkah seperti itu akan memberi banyak tekanan pada bek saya Conte untuk maju dan menjadi pemain yang kreatif.

Di Chelsea, Antonio Conte secara mengejutkan menghidupkan kembali karir Victor Moses, di mana pemain ini akhirnya sukses tampil dalam 34 pertandingan sebagai bek sayap kanan di musim perebutan gelar, dan Marcos Alonso tampil di 31 laga di sayap kiri.

Lalu di tim Inter pada musim 2020/21, bek sayap kanan Achraf Hakimi tampil di semua laga, kecuali hanya satu pertandingan Serie A, di mana Ashley Young juga berada di antara para pemain yang dia kerahkan di sayap kiri.

Semua pemain itu tentu saja ingin menyerang, dan itu bisa menjadi peluang dalam pendekatan Aaron Wan-Bissaka yang tak berpikir untuk bermain ke depan secara alami. Wan-Bissaka bisa saja bermain sebagai bek tengah kanan di bawah asuhan Antonio Conte, terutama karena dia tak mungkin mendapat banyak peluang.

Sedangkan Luke Shaw, bisa mainkan peranan sebagai bek sayap kiri, walau dia bisa hadapi sejumlah persaingan lagi.

Ancaman lini tengah yang sangat dibutuhkan
Tak ada gelandang Inter yang bermain lebih sering di Serie A musim lalu, selain Nicolo Barella dengan 36 penampilannya dan Marcelo Brozovic yang tampil dalam 33 laga.

Keduanya memberi pendekatan all-action yang sering kali sulit ditiru Manchester United, di mana para pemain seperti Fred dan Scott McTominay sering tak diinginkan dalam pertandingan besar, meskipun McTominay belakangan tampil menjanjikan.

Tentu saja, saat Antonio Conte mempersembahkan gelar Liga Premier kepada Chelsea, tim itu memiliki N’Golo Kante di lini tengah mereka, yang direkrut Conte dari Leicester. Walaupun pelatih Italia itu mungkin tak akan bisa menemukan pemain manapun untuk menandingi gelandang Prancis itu, mantan pelatih Timnas Italia itu dipastikan akan berusaha menyegarkan area yang sangat membutuhkannya tersebut.

Kebangkitan yang kasar untuk Ronaldo?
Saat Chelsea menjadi juara bersama Conte di musim 2016/17, mereka punya Diego Costa yang mencetak 20 gol di Liga Premier League. Sementara, Romelu Lukaku kantongi 24 gol saat Inter juara Serie A musim lalu.

Keduanya jelas-jelas menjadi pemain yang mirip dalam permainan mereka di lapangan, dan salah satu dari mereka berambisi untuk memimpin lini depan dan menjadi titik fokus skuad mereka. Lalu, bagaimana dengan Cristiano Ronaldo, apakah dia bisa melakukannya?

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO