Isak Melempem, Kerkez Jadi “Nunez Baru” yang Bikin Liverpool Pusing!

Gilabola.com – Liverpool tengah berada dalam situasi mengkhawatirkan. Klub yang musim lalu tampil dominan sebagai juara Premier League kini justru terjerembap dalam performa buruk, dan dua rekrutan besar mereka—Alexander Isak serta Milos Kerkez—ikut menjadi sorotan tajam.

Isak, yang didatangkan dari Newcastle United dengan status salah satu transfer termahal klub, masih jauh dari ekspektasi awal. Sementara itu, Kerkez yang digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang di posisi bek kiri justru terlihat gamang dan dianggap sebagai versi baru Darwin Nunez yang gagal menemukan ritme di Anfield.

Isak Belum Menunjukkan Taringnya di Anfield

Liverpool merekrut Alexander Isak pada akhir bursa musim panas setelah sang striker berseteru dengan manajemen Newcastle dan absen sepanjang Agustus. Namun awal petualangannya di Merseyside berjalan berat. Tanpa pra-musim dan dibekap cedera, ia baru tampil sebagai starter dalam empat laga Premier League musim ini.

Satu-satunya gol Isak tercipta di ajang Carabao Cup melawan Southampton—kompetisi yang kini sudah mereka tinggalkan. Dengan Liverpool menelan sembilan kekalahan dari 12 laga terakhir di semua ajang, tekanan terhadap sang striker makin besar. Para petinggi klub pun menunggu pembuktian bahwa investasi mahal ini akan sepadan.

Menurut jurnalis David Lynch, performa Isak saat ini bahkan lebih rendah dibandingkan kontribusi Darwin Nunez pada tahap yang sama musim lalu—sebuah perbandingan yang tentu tidak diinginkan sang pemain.

Meski begitu, karena kualitasnya telah teruji di Premier League, masih ada keyakinan bahwa ia akan bangkit dalam waktu dekat.

Mengapa Darwin Nunez Dijual

Gaya bermain Arne Slot berbeda jauh dari Jurgen Klopp. Jika era Klopp diwarnai sepak bola bertenaga tinggi, Slot mengedepankan struktur, kontrol, dan ketenangan dalam membangun serangan.

Di sinilah Darwin Nunez dianggap tidak cocok. Selain kerap boros peluang, sang striker juga dinilai terlalu sulit disesuaikan dengan pola permainan Slot. Buktinya, setelah Boxing Day musim lalu, Nunez hanya sekali menjadi starter di Premier League sebelum akhirnya dijual ke Al-Hilal.

Statistiknya dalam lima musim terakhir menggambarkan ketidakkonsistenan yang membuatnya dilepas. Hal ini pula yang membuat kedatangan Isak dipandang sebagai upaya memperbaiki efisiensi lini depan.

Liverpool Justru Mendapat “Nunez Baru”: Milos Kerkez

Alih-alih Isak, justru Milos Kerkez yang kini mendapat label sebagai “Nunez baru” di Liverpool—pemain berbakat yang belum mampu beradaptasi dan tampil stabil.

Kerkez datang dari Bournemouth dengan harga £40 juta setelah masuk dalam PFA Premier League Team of the Year 2024/25. Namun penampilannya di Anfield justru membuat banyak pihak mengernyitkan dahi. Sejumlah pengamat bahkan menyebut ia “terlihat seperti belum pernah bermain sepak bola” dalam sistem Arne Slot.

Usai kekalahan dari PSV, Mark Goldbridge menilai Kerkez sebagai “pembelian yang sangat buruk”. Kesalahan posisi dan keputusan yang lambat membuatnya beberapa kali menjadi sorotan dalam serangkaian hasil buruk Liverpool.

Padahal, musim lalu ia sangat impresif — kombinasi kekuatan, agresivitas, dan stamina membuatnya dianggap salah satu bek kiri terbaik liga. Tetapi situasi di Liverpool berbeda. Kerkez tampak kehilangan ketenangan, sering membuat keputusan keliru, dan tidak mampu membaca permainan secepat kebutuhan taktik Slot.

Statistik Kerkez yang Merosot Drastis

Perbandingan dua musim terakhirnya memperlihatkan penurunan nyata:

  • Sentuhan: 59,6 → 50,8
  • Peluang tercipta: 1,0 → 0,6
  • Recoveries: 4,7 → 2,8
  • Tekel + Interceptions: 2,6 → 1,6

Meski akurasi operannya meningkat (80% → 86%), kontribusi totalnya tetap jauh di bawah ekspektasi.

Hal ini membuat posisinya sebagai pemain inti terancam, terutama setelah Andy Robertson kembali lebih sering dimainkan meski usianya sudah 31 tahun. Robertson pun baru dua kali menjadi starter dalam 12 laga Liga Inggris musim ini, termasuk saat Liverpool menang 2-0 atas Aston Villa.

Tekanan Besar dan Situasi Taktis yang Tidak Mendukung

Jamie Carragher pernah menyebut Kerkez sebagai “nervous wreck”, menilai bahwa sang bek terlihat terbebani oleh tekanan bermain untuk klub sebesar Liverpool. Ditambah lagi taktik Slot yang belum solid musim ini, performanya makin terpuruk.

Masalahnya, posisi bek kiri memang menjadi titik lemah Liverpool sejak musim lalu. Kostas Tsimikas dipinjamkan, Robertson menua, dan kedatangan Kerkez justru tidak memperbaiki keadaan. Sebaliknya, masalah tersebut semakin nyata.

Jika kondisinya tidak segera membaik, Kerkez bisa menyusul jejak Nunez—pemain berbakat yang gagal menjadi bagian penting proyek jangka panjang klub.

Apakah Kerkez Menjadi Liabilitas Baru Liverpool?

Saat ini, jawabannya mulai mengarah ke “ya”. Kerkez menunjukkan kualitas fisik dan teknik yang meyakinkan, namun keputusan-keputusan buruk di lapangan dan adaptasi taktik yang lambat membuatnya menjadi salah satu titik rawan dalam skuad Slot.

Liverpool membutuhkan stabilitas di fase bertahan, dan justru pada titik itulah Kerkez belum mampu menyatu dengan sistem tim. Bila situasi ini berlanjut, ia berpotensi ditempatkan dalam kategori yang sama dengan Nunez: pemain berbakat yang tidak pernah benar-benar berkembang di Anfield.

SebelumnyaBarcelona Kejar Wonderkid Brasil Yang Dijuluki “New Marcelo”, Joao Victor de Souza
SelanjutnyaHasil Bola Tadi Malam – Skor Akhir Pertandingan Sepakbola Hari Ini