Jan Vertonghen Wakili Tottenham Hotspur Minta Maaf pada Rudiger

Jan Vertonghen Wakili Tottenham Hotspur Minta Maaf pada Rudiger

Gilabola.com – Jan Vertonghen meminta maaf kepada Antonio Rudiger atas nama Tottenham Hotspur, setelah bek Chelsea tersebut menjadi korban pelecehan rasial dalam laga akhir pekan kemarin.

Vertonghen juga menyerukan kepada pihak berwenang untuk ‘lakukan tindakan tegas’ terhadap semua suporter yang terbukti telah lakukan pelecehan rasial dalam laga tersebut.

Spurs kalah 0-2 dari rival sekota mereka, Chelsea, yang unggul lewat dua gol Willian. Namun, the Blues membawa kenangan buruk di Tottenham Stadium, karena Rudiger melaporkan kepada kapten tim, Cesar Azpilicueta, dan wasit kepala yang bertugas bahwa ia menjadi sasaran aksi rasial suporter tuan rumah di babak kedua pertandingan tersebut.

“Saya tidak mendengar sendiri semua itu, tapi jika hal-hal seperti ini masih terjadi, itu sangat memalukan dan kita harus bertindak tegas untuk melawannya,” tegas Vertonghen kepada Standard Sport.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Saya tidak tahu bagaimana orang masih, atau pernah, berpikir seperti ini. Kadang Anda berpikir orang lebih pintar dari ini. Saya sangat yakin pelakunya hanya segelintir, tapi itu sikap yang sangat salah,” tambah Jan Vertonghen.

“Saya tidak tahu apakah ini semakin buruk. Seharusnya tidak ada di sana dengan cara apapun. Saya hanya tidak bisa memahami bagaimana orang masih melakukan ini. Saya tidak punya kata-kata untuk itu. Jika ada pemain mereka atau pemain kami yang terkena dampaknya, maka saya minta maaf atas nama Tottenham Hotspur. Tapi, yang perlu diingat mereka jumlahnya sangat sedikit, minoritas dan juga idiot. Kami tidak kenal dengan orang-orang itu,” tandasnya.

“Saya tidak tahu bagaimana Anda menyadarkan para idiot ini, tapi ini kesempatan bagi orang yang tepat untuk bertindak kuat dalam menentangnya. Bukan hanya di negara ini. Ini masalah di mana-mana, dan ini kesempatan lain untuk menyatakan ketegasan kita. Saya selalu melihat Inggris sebagai salah satu negara yang unggul dalam masyarakat multi-budaya,” ujar Vertonghen.

Sementara itu, Rudiger pun ungkapkan kekesalannya lewat akun Twitter-nya. “Saya tahu hanya beberapa orang idiot yang menjadi pelaku. Saya benar-benar berharap para pelanggar hukum akan ditemukan dan segera diberi sanksi, dan di lapangan sepakbola modern … dengan lusinan kamera televisi dan kamera pengawas, harusnya semua pihak terkait dimungkinkan untuk menemukan (pelakunya) dan menghukum mereka,” demikian ungkap Rudiger.

“Jika tidak, maka pasti ada saksi di stadion yang melihat dan mendengar semuanya ketika itu. Sangat memalukan jika rasisme masih ada di tahun 2019 ini. Kapan omong kosong ini akan berhenti?”, lanjutnya.

Selain Jan Vertonghen yang mengutuk aksi rasial itu dan meminta maaf atas nama klubnya, Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) juga mendesak pemerintah agar lakukan penyelidikan rasisme di sepakbola. PFA juga mendesak agar ‘semua badan pengatur dan semua pemangku kepentingan sepakbola’ harus bekerja sama untuk memberantas masalah ini.