Jangan Salahkan Solskjaer, Man Utd Sekarang Jadi Bobrok Sejak Ronaldo Datang!

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketaui bahwa Manchester United menang dua kali dan imbang sekali sebelum kedatangan Cristiano Ronaldo. Tapi ketika penyerang veteran Portugal itu tiba, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer sekarang sudah kalah tiga kali dan satu hasil imbang dalam tujuh pertandingan terakhir.

Jangan buru-buru salahkan Ole Gunnar Solskjaer atau Fred karena hasil mengecewakan Manchester United baru-baru ini, tapi tunjuklah hidung Cristiano Ronaldo yang lebih layak menjadi kambing hitam atas kemerosotan prestasi tim saat ini.

Setidaknya itulah yang diyakini legenda Ajax Amsterdam dan ayah mantan bintang The Red Devils Daley Blind, Danny Blind, yang menegaskan bahwa superstar Portugal itu adalah sosok yang harus disalahkan atas performa buruk pemenang 13 Premier League tersebut di kompetisi domestik dan Eropa.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Dalam tiga minggu terakhir Manchester United kalah dari Young Boys serta Aston Villa, tersingkir dari Piala Carabao, meraih kemenangan sudah payah melawan West Ham dan Villarreal dan bermain imbang melawan Everton pada hari Sabtu.

Padahal sebelum kedatangan pemenang lima Ballon d’Or itu, pasukan Ole Gunnar Solskjaer menang 5-1 yang fantastis atas Leeds United, imbang 1-1 di kandang Southampton, dan kemudian menang 0-1 atas Wolves di Molineux.

Danny Blind menilai bahwa Cristiano Ronaldo hanya memikirkan gol tapi tidak mau banyak terlibat dalam permainan tim serta membuat rekan-rekan satu timnya khawatir tentang mendapatkan bola. Mantan bos Belanda itu juga bahkan membandingkannya dengan Paul Pogba yang lebih vokal di atas lapangan.

Dia mengatakan kepada surat kabar Belanda Sportnieuws, “Biasanya, striker berlari dari satu bek tengah ke bek tengah lainnya. Hal ini menyebabkan banyak miskomunikasi. Sekarang, mereka tidak bermain dalam pola sepak bola yang mereka kenal karena keberadaan Ronaldo.”

“Lihatlah Paul Pogba, dia terus vokal menuntut rekan-rekannya untuk melakukan tekanan dan memberikan semua yang mereka miliki. Ronaldo tidak melakukan itu, dia tidak seperti itu. Dia hanya memikirkan gol dan berharap pemain lain akan memenangkan bola dan memberikan kepadanya.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO