
Gilabola.com – Arah masa depan Manchester United kembali dipertanyakan banyak pihak usai keputusan mengejutkan klub untuk memecat Ruben Amorim, dengan Sir Jim Ratcliffe gagal memenuhi janji awalnya.
Ketika Project 150 diumumkan, targetnya jelas, Manchester United ingin mengembalikan kejayaan mereka dan menjadi juara Premier League pada musim 2027/28, tepat di ulang tahun ke-150 klub.
Sayangnya, rencana itu terancam berantakan usai klub harus kembali memulai proyek mereka mulai dari nol setelah pemecatan Amorim, yang berarti klub harus menghancurkan proyek yang sedang dibangun.
Padahal, sebelumnya, struktur baru yang dibawa Jim Ratcliffe ketika masuk sebagai pemilik minoritas klub digadang-gadang bisa membawa stabilitas, sayangnya mereka justru malah mengulang kesalahan pada keputusan penting.
Kesalahan ini mulai dari perekrutan pemain, manajemen skuad, hingga penunjukan pelatih. Situasi ini tak pelak menurunkan kepercayaan para fans yang sebelumnya berharap era baru Jim Ratcliffe akan benar-benar membawa perubahan.
Banyak pihak yang sudah menyalahkan Ruben Amorim, terutama karena kurangnya fleksibilitas pada taktik yang terkesan kaku, gaya bermain yang monoton, disertai hasil yang tak kunjung memuaskan.
Tapi publik juga bisa melihat bahwa keputusan di level manajemen juga tidak lepas dari tanggung jawab, yang membuat arah klub kembali dipertanyakan. Istilahnya, mau dibawa kemana Manchester United?
Jim Ratcliffe sudah mengganti direktur olahraga dan pelatih dalam waktu yang relatif singkat. Untuk proyek jangka panjang, langkah seperti ini dianggap jauh dari kata ideal.
Omar Berrada adalah orang yang paling mendorong kedatangan Amorim sebagai pengganti Erik ten Hag. Secara konsep, dia dianggap punya visi sepak bola yang jelas, tapi langkah awal ini tetap dinilai kurang tepat.
Jason Wilcox juga sempat dipuji karena tetap berusaha mencari jalan tengah dengan Amorim, tapi pada akhirnya, ketidakcocokan perihal urusan rekrutmen membuat hubungan keduanya merenggang dan akhirnya tidak terselamatkan.
Ratcliffe pun terseret dalam kritik. Beberapa waktu lalu dia mengaku ingin memberi Amorim kesempatan hingga tiga tahun, tapi kenyataan berkata lain. Baru juga tiga bulan dari janjinya itu, semuanya sudah berakhir.
Bila dirangkum, sederet keputusan itu membuat Ratcliffe dinilai cuma jago bicara, namun realisasinya belum terlihat kuat. Istilahnya, cuma omdo. Dunia sepak bola memang tidak selalu bisa dikelola seperti bisnis lain.
Pendapat Kami
Masalah Manchester United memang belum sepenuhnya selesai di urusan pelatih. Selama fondasi manajemen klub belum benar-benar stabil, siapa pun yang datang akan bekerja dalam tekanan berlapis. Ini hanya akan membuat klub terus berputar pada masalah yang sama, lagi dan lagi.
