Arsenal menghadapi persoalan baru menjelang laga tandang ke markas Brentford pada Kamis malam, saat upaya mereka menjaga persaingan gelar Liga Inggris memasuki fase penting. Kai Havertz dilaporkan mengalami masalah otot dan berpotensi absen dalam sejumlah pertandingan krusial, menambah panjang daftar cedera yang harus dihadapi Mikel Arteta.
The Gunners sebelumnya menang 2-0 atas Brentford pada pertemuan pertama awal Desember lalu. Namun, dua pencetak gol di laga tersebut kini sama-sama menepi. Mikel Merino dipastikan absen hingga akhir musim akibat patah tulang kaki, sementara Bukayo Saka masih dalam proses pemulihan setelah cedera saat pemanasan sebelum kemenangan atas Leeds United.
Situasi ini membuat Arteta kembali dipaksa memutar otak di tengah jadwal padat. Setelah Brentford, Arsenal akan menjamu Wigan di ajang Piala FA, lalu menjalani dua laga tandang berturut-turut ke markas Wolves dan Tottenham sebelum menghadapi Chelsea di awal Maret.
Strategi Nwaneri Terganggu
Masalah Arsenal bukan hanya soal cedera pemain inti. Rencana klub terkait Ethan Nwaneri juga mengalami hambatan tak terduga.
Gelandang timnas Inggris U-21 itu dipinjamkan ke Marseille dengan tujuan mendapat pengalaman bermain reguler di level tertinggi di bawah asuhan Roberto De Zerbi. Namun, belum genap sebulan, pelatih asal Italia tersebut berpisah dengan klub atas kesepakatan bersama.
Dalam pernyataan resminya, Marseille menyebut keputusan tersebut diambil setelah diskusi antara pemilik, presiden, direktur olahraga, dan pelatih. Mereka menilai perubahan di kursi pelatih diperlukan demi menjawab tantangan di sisa musim, meski tetap mengapresiasi kontribusi De Zerbi yang membawa tim finis di posisi kedua musim 2024/2025.
Di bawah De Zerbi, Nwaneri sempat mencetak satu gol dari tiga penampilan liga serta tampil sekali di Coupe de France. Dengan pelatih baru yang akan datang dan situasi tim yang sedang goyah setelah tersingkir lebih awal dari Liga Champions, masa peminjaman Nwaneri kini memasuki fase yang tidak pasti.
Pujian untuk Norgaard
Di tengah kondisi skuad yang tidak ideal, Leandro Trossard menyoroti profesionalisme Christian Norgaard sebagai contoh positif di ruang ganti.
Gelandang asal Denmark yang didatangkan dari Brentford pada musim panas itu baru mencatat kurang dari 700 menit bermain musim ini. Ia baru tiga kali menjadi starter di Liga Champions dan belum sekalipun turun sejak menit awal di liga, meski berpeluang menghadapi mantan klubnya akhir pekan ini.
Trossard menyebut Norgaard sebagai pemain yang selalu berusaha menjaga standar tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Menurutnya, Norgaard adalah sosok profesional sejati.
Mikel Arteta pun pernah menyampaikan pujian serupa saat memberikan kesempatan tampil kepada Norgaard melawan Club Brugge di Liga Champions pada Desember. Ia menilai sang gelandang sebagai salah satu pemain dengan persiapan terbaik di tim, siap bermain di posisi apa pun, dalam kondisi apa pun, dengan sikap yang selalu terjaga.
Havertz Menambah Daftar Cedera
Kabar paling mengkhawatirkan datang dari kondisi Kai Havertz. Striker asal Jerman itu disebut akan melewatkan sejumlah laga penting, termasuk Derbi London Utara melawan Tottenham, serta pertandingan kontra Brentford, Wolves, dan Wigan.
Ini menjadi pukulan lain bagi pemain berusia 26 tahun tersebut. Pada paruh pertama musim, ia sudah lebih dulu absen panjang akibat masalah lutut yang muncul saat menghadapi Manchester United dan mengharuskannya menjalani operasi.
Setelah kembali, kehadirannya sempat memperkaya opsi lini depan Arteta. Havertz tampil dalam tiga pertandingan liga musim ini dan menjadi starter dalam dua laga terakhir melawan Leeds dan Sunderland. Dalam laga kontra Sunderland, ia mencatat satu assist yang membuka harapan bahwa perannya akan semakin penting.
Arteta sempat memainkan Havertz lebih dalam di lini tengah, memberi ruang bagi Gyokeres untuk bergerak bebas di lini depan. Gyokeres sendiri mencetak dua gol ke gawang Sunderland dalam skema tersebut. Arteta menjelaskan bahwa penggunaan Havertz di posisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan taktik dan variasi kualitas yang dimiliki skuadnya.
Kini, dengan kemungkinan absennya Havertz dalam beberapa pekan ke depan, rencana tersebut terancam tertunda. Situasi ini jelas bukan kabar baik bagi Arsenal yang sedang menjaga konsistensi dalam persaingan gelar. Laga melawan Brentford pun menjadi ujian pertama bagi Arteta untuk kembali meramu komposisi terbaik di tengah badai cedera yang belum mereda.

