Jersey Hijau Telur Asin Liverpool Untuk Musim Depan, Bagus Tidak?

Jersey Hijau Telur Asin Liverpool Untuk Musim Depan, Bagus Tidak?

Muncul bocoran jersey hijau telur asin Liverpool untuk musim depan, 2020/2021, seturut dengan masuknya penyedia baru asal Amerika, Nike, dan berakhirnya New Balance. Bagus tidak?

Menurut teman-teman kita yang baik dari Footy Headlines, Liverpool dan Nike telah mencapai sebuah kesepakatan bisnis di antara mereka, dan kedua belah pihak bahkan tengah mencocokkan sejumlah warna potensial untuk jersey away dan jersey ketiga. Untuk jersey home sudah jelas merah tua.

Mereka menyatakan bahwa jersey tandang kemungkinan besar akan berwarna hijau telur asin, sama sekali berbeda dari semua jenis warna yang diproduksi New Balance – produsen seragam sebelum ini – dalam beberapa tahun terakhir. Jadi pemilihan warna itu juga menandai keinginan kedua belah mengakhiri jejak-jejak masa lalu New Balance di Liverpool.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Keputusan final soal warna jersey hijau telur asin Liverpool ini belum bisa dikonfirmasi. Biasanya pengumuman soal jersey baru akan muncul bulan April setiap tahunnya, namun Footy Headlines percaya bahwa Nike akan menolak warna hijau telur asin ini, turquoise green dalam bahasa Inggris, dan memilih warna hijau yang lebih muda lagi, guna kontras dengan warna merah tua jersey kandang, mirip dengan warna merah tua dekade 1990-an saat Liverpool masih disponsori merek bir, Carlsberg.

Sementara itu untuk jersey The Reds ketiga, Footy Headlines percaya bahwa kemungkinan akan berwarna abu-abu gelap untuk menonjolkan logo putih Liverpool, dan pilihan warna abu-abu ini sebenarnya bisa sangat gelap sehingga terlihat lebih seperti hitam.

Siapa pun yang mendiskusikan warna jersey ketiga Liverpool itu perlu diingatkan soal pilihan warna jersey saat The Reds kalah 1-0 di kandang Atletico Madrid pada leg pertama 16 besar Liga Champions beberapa hari silam. Warnanya sudah mendekati hitam. Mereka perlu menggantinya dengan warna lain yang lebih terlihat.

Para pendukung Manchester United dan mereka yang mengamati The Red Devils pada dekade 1990 akan ingat bahwa salah satu era terburuk skuad asuhan Sir Alex Ferguson itu adalah saat mereka mengenakan jersey abu-abu. Para pemain dipercaya butuh waktu sepersekian detik lebih lama untuk mengenali posisi rekan satu timnya.