Jos Luhukay, Pelatih Liga Inggris Keturunan Indonesia Dipecat!

Gilabola.com – Jos Luhukay, seorang pelatih di Liga Inggris, yang merupakan keturunan Indonesia dari ayahnya, baru saja dipecat beberapa menit lalu, Sabtu dinihari WIB.

Klub divisi kedua Liga Inggris, Sheffield Wednesday, mengumumkan pemecatan Jos Luhukay pada Sabtu dinihari waktu Indonesia. Hal ini mereka lakukan setelah klub terdampar di urutan 18 dari 24 tim di klasemen Championship.

Jos Luhukay adalah mantan manajer Hertha Berlin di Liga Jerman. Pelatih berusia 55 tahun itu mengambil alih posisi pelatih The Owls pada bulan Januari. Tapi pelatih berpaspor Belanda itu hanya memenangkan 16 game dan kehilangan 19 laga dari 49 pertandingan di bawah tanggung jawabnya dan Wednesday kini duduk di posisi 18 di divisi Championship, enam poin di atas zona degradasi.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Belum jelas siapa yang akan bertanggung jawab untuk pertandingan kandang hari Sabtu nanti melawan Preston North End. Salah satu pelatih tim utama Lee Bullen duduk di kursi yang biasa ditempati Jos Luhukay pada jumpa pers hari Jumat.

Ditanya tentang situasinya segera setelah kekalahan laga liga Sabtu lalu di Swansea City, Luhukay menjawab: “Saya telah menjawab pertanyaan tentang masa depan saya 20 kali dalam beberapa minggu terakhir, dan saya masih di sini.”

Jos Luhukay Bertangan Besi

Pelatih keturunan Indonesia berusia 54 tahun itu dikenal melatih para pemainnya dengan tangan besi. Sebagai pemain di liga-liga bawah di Belanda dan Jerman, gelandang mungil itu mencetak 63 gol dalam 238 pertandingan tetapi dia lebih dikenal terutama karena keuletan, disiplin, dan performa kerjanya.

Luhukay menyebut sifat-sifat ini turun dari kedua orangtuanya, ibu Belanda dan ayah Indonesia, yang merupakan seorang buruh pabrik baja. Meskipun keduanya meninggal sebelum ia mencapai 25 tahun, prinsip yang mereka tanamkan terus diwariskannya.

Di Jerman, tempat kerjanya selama 25 tahun, Luhukay dikenal dengan sebutan Napoleon, Jenderal Kecil, atau Diktator Kecil.

“Saya suka Jos,” kata mantan pelatih Manchester United Louis van Gaal ketika ditanya tentang kegigihan rekan senegaranya itu soal ketepatan waktu dan disiplin. “Dia sama seperti saya.”

“Jos bertangan besi terhadap para pemain,” tambah Oliver Neuville, mantan pemain internasional Jerman yang pernah bekerja di bawah Luhukay di Borussia Monchengladbach. “Disiplin sangat penting baginya. Saya ingat ketika dua pemain keluar pada malam sebelum derbi melawan Koln. Dia mengamuk. Mereka tidak bermain lagi selama berminggu-minggu.”

Sheffield Wednesday Dalam Kesulitan Keuangan

The Owls memenangkan hanya satu dari 10 pertandingan terakhir mereka di divisi kedua Liga Inggris, dan pemilik klub Dejphon Chansiri mengungkapkan di forum penggemar pada hari Rabu bahwa dia akan mendengarkan tawaran apa pun untuk klub itu.

Pengumumannya itu terjadi setelah klub terkena larangan transfer antara April dan Agustus tahun ini setelah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Di bawah aturan itu, klub tidak diperbolehkan membukukan kerugian lebih dari 39 juta pound (Rp 720 Milyar) selama tiga tahun berturut-turut tanpa terkena hukuman.

Angka keuangan terbaru menunjukkan The Owls kehilangan lebih dari 20 juta poundsterling (Rp 370 Milyar) pada musim 2016-17, naik 15 juta poundsterling (Rp 277 Milyar) dibandingkan tahun sebelumnya.

Sheffield Wednesday hanya membuat satu penandatanganan permanen dan menarik dua pemain pinjaman sebelum jendela transfer ditutup pada akhir Agustus.

“EFL mengubah peraturan pada akhir musim lalu. Kami tidak hanya melanggar sedikit [aturan FFP), kami melanggar secara luar biasa – delapan angka,” kata Chansiri di depan forum penggemar.  “Kami memiliki masalah dengan FFP, jadi ini sulit, tetapi kami akan mencoba yang terbaik.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO