Jose Mourinho Bakal Dipaksa Cuti, Bukan Dipecat, Strategi Tottenham Untuk Mencicil Pengeluaran

Gila Bola – Tottenham Hotspur akan memaksa manajer Portugal mereka, Jose Mourinho, untuk cuti dan menghindari pemecatan guna menghindari pembayaran kompensasi besar ratusan milyar secara sekaligus. Strategi yang sama sudah pernah diterapkan pada Mauricio Pochettino musim lalu.

Harry Kane dan kawan-kawan baru saja tersingkir dari Liga Europa, kalah 3-0 (agregat  3-2) di Dinamo Zagreb. Itu menyebabkan harapan untuk lolos ke Liga Champions musim depan akan bergantung hanya pada posisi empat besar di akhir musim Liga Inggris.

Champions League merupakan harapan besar bagi David Levy dan manajemen Spurs lainnya. Bukan hanya soal gengsi. Turnamen sebesar itu menghasilkan hadiah puluhan sampai ratusan milyar rupiah, bergantung seberapa jauh sebuah tim bisa melaju. Kegagalan lolos ke liga elit Eropa itu pada musim lalu saja sudah memberi dampak besar bagi keuangan klub. Itulah sebabnya finish empat besar akan menjadi target akhir musim bagi Jose Mourinho.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Spurs masih ada harapan memenangkan satu trofi lain meski kecil, yaitu Carabao Cup, dalam final pada bulan April 2021 menghadapi Manchester City. Tapi pemenang dari hadiah kecil ini tidak kebagian tempat di kasta tertinggi kompetisi Eropa. Lagipula hadiahnya kecil banget, hanya 100 ribu pound, setara 1,9 Milyar rupiah saja. Buat bayar gaji satu minggu pemain bintangnya saja tidak cukup.

Bagaimana jika Mourinho gagal membawa Spurs finish empat besar? Pemecatan sudah pasti. Tapi dengan dua tahun masih tersisa dalam kontraknya, David Levy bisa dipaksa mengeluarkan uang pesangon PHK dalam jumlah ratusan milyar rupiah. Guna menghindari hal ini merusak keuangan klub, manajemen Tottenham akan menggunakan cara yang sama seperti saat memecat Mauricio Pochettino pada November 2019.

Sang manajer Argentina ditempatkan skema cuti, gajinya tetap dibayar setiap bulan sampai mendapatkan posisi dan pekerjaan baru di Paris Saint-Germain. Hal itu akan lebih ramah kantong daripada bayar sekaligus.

Usai tersingkir dari 16 besar Liga Europa, Mourinho meminta maaf kepada para pendukung Tottenham, mengatakan para pemainnya gagal melakukan hal fundamental dalam bermain sepak bola. Para pemain Spurs disebutnya tidak memandang penting laga melawan Dinamo Zagreb. Bukan hanya prinsip prinsip dasar sepak bola yang dilupakan tetapi juga prinsip dasar kehidupan, untuk menghargai pekerjaannya dan memberikan segala-galanya.