Jose Mourinho Dibela Mantan Spurs, Pochettino Dikritik

Jose Mourinho Dibela Mantan Spurs, Pochettino Dikritik

Gilabola.com – Jose Mourinho mendadak dibela mantan pemain top klub Liga Inggris Tottenham Hotspur, namun Mauricio Pochettino malah dikritik.

Jose Mourinho yang sebelumnya telah berdoa agar Manchester City dihukum itu kini mendapatkan dukungan dari salah satu mantan pemain Tottenham Hotspur, David Ginola. Sementara itu Mauricio Pochettino yang merupakan mantan pelatih Spurs itu malah dikritik oleh Ginola.

David Ginola menilai pembekuan Premier League akan memberikan Mourinho waktu yang memang ia perlukan untuk membalikkan situasi musim ini. Ginola juga merasakan harapan besar dari skuad Spurs polesan The Special musim ini.

Sementara Spurs memecat Pochettino pada bulan November tahun lalu setelah hasil mengecewakan timnya saat itu. Ginola menilai hal itu adalah akibat kesalahan Pochettino sendiri.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Kasus terburuk skenario untuk Spurs adalah untuk bertanding di Liga Champions akhir tahun lalu,” ujar Ginola kepada Daily Mail. “Memang bagus untuk para penggemar, bagus untuk klub juga, bagus untuk semua orang di klub, tapi kondisi itu malah menempatkan mereka di atas panggung ketika mereka masih belum sampai di panggung juara itu.”

Jose Mourinho dan Pochettino harus menang EPL dulu sebelum kejar UCL

“Kalian jadi berpikir tentang klub lain yang telah ada bertahun-tahun lamanya sulit jadi juara, kemudian mendadak Tottenham muncul dan bermain di final melawan Liverpool. Itu membuat Anda menjadi tim yang sangat diharapkan banyak orang.”

“Kalian tidak bisa melupakan bahwa selama beberapa tahun terakhir Tottenham telah berjuang untuk mendapatkan Piala dan itu menjadi masalah bagi Pochettino. Jadinya malah memalukan karena Pochettino melakukan pekerjaan yang besar tetapi di sisi lain karena dia tidak memenangkan apa-apa, semua orang mengeluh tentang hal itu.”

“Mereka memang telah melakukan hal yang besar, tetapi di sisi lain mereka tidak menjuarai apa-apa! Tapi kalian bermain di Final Liga Champions dan tiba-tiba jika kalian mulai kalah maka orang-orang berkata ‘Apa yang sudah terjadi, tahun lalu kami bermain di Final Liga Champions, tahun ini kami malah berjuang untuk sekedar bisa finish di atas 10 besar’.”

“Itulah masalahnya, mereka terlalu cepat melaju ke Final Liga Champions. Anda (Pochettino) harus memenangkan sesuatu di negara asal Anda terlebih dahulu, sebelum dia pergi ke luar negeri dan berusaha memenangkan trofi bergengsi di sana,” pungkasnya.