Juan Mata: Hasil Imbang Serasa Kalah Bagi Manchester United

Juan Mata mencetak dua gol saat Manchester United bermain imbang 2-2 melawan Leicester City, Minggu (24/12) dini hari WIB.
Juan Mata mencetak dua gol saat Manchester United bermain imbang 2-2 melawan Leicester City, Minggu (24/12) dini hari WIB.

Juan Mata bersikeras bahwa dia dan rekan setimnya di Manchester United merasa senasib sepenanggungan dan tidak akan saling menyalahkan setelah mereka membuang dua poin melawan Leicester City, Minggu (24/12) dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung di King Power Stadium, Manchester United harus kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata setelah tuan rumah Leicester City berhasil mencetak gol penyama kedudukan jadi 2-2 di menit terakhir melalui Harry Maguire.

Padahal Leicester City hanya bermain 10 orang sejak menit ke 74 setelah Daniel Amartey di ganjar kartu kuning kedua. Dia diusir wasit karena melakukan pelanggaran keras kepada Marcus Rashford.

Juan Mata sempat membawa Manchester United unggul 2-1 lewat dua gol yang dicetaknya masing-masing di menit ke 40 dan 60, setelah Jamie Vardy mencetak gol untuk keunggulan Leicester di menit ke 27.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Manchester United seharusnya bisa unggul 4-1 andaikan sepakan Jesse Lingard yang sudah berhasil melewati hadangan kiper tuan rumah tidak membentur tiang gawang di menit ke 70. Demikian pula Marcus Rashford yang kehilangan bola saat berusaha memperdayai kiper Kasper Schmechel dalam posisi satu lawan satu.

Juan Mata mengatakan hasil imbang yang diraih timnya dalam laga tandang ini serasa seperti sebuah kekalahan. Karena menurut dia, Tim Setan Merah seharusnya bisa membunuh pertandingan dengan cepat dan mudah.

“Kami melakukan hal yang paling sulit untuk mencetak dua gol setelah mereka mencetak gol,” kata Juan Mata kepada Sky Sports News.

“Kami menang bersama, kami imbang atau kalah bersama dan hari ini terasa seperti kekalahan. Kami bertahan sebagai tim dan saya tidak akan membicarakan hal ini.”

“Rasanya seperti kekalahan. Kami tampil OK. Kami seharusnya membunuh permainan. Tapi entah bagaimana kami kecolongan di menit terakhir, dan kami kembali ke Manchester dengan perasaan sangat kecewa,” jelasnya.

Manchester United kini terpaut 13 poin dari pemimpin klasemen Manchester City. Ini merupakan jarah poin terbesar antara tim posisi pertama dan kedua saat Natal dalam sejarah Liga Primer Inggris.