Jurgen Klopp Sudah Dapatkan Pengganti Coutinho, Ball Boy Liverpool Si Pengecoh Barcelona

Gilabola.com – Jurgen Klopp barangkali sudah dapatkan pengganti Philippe Coutinho dari dalam skuad Liverpool sendiri.

Sampai saat ini, The Reds masih terus berjuang datangkan pemain yang pas untuk dijadikan pengganti Coutinho. Namun jelang musim 2021/22, hal itu tampaknya tak lagi jadi masalah bagi pelatih asal Jerman tersebut.

Pasalnya, Liverpool baru saja mengamankan pemain muda berusia 17 tahun, Oakley Cannonier, dengan kontrak profesional pertamanya. Oleh staf pelatih di Anfield, Cannonier disebut-sebut memiliki permainan mirip Coutinho.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

The Reds melepas Coutinho ke Barcelona pada tahun 2018 dengan nilai awal sebesar 106 Juta Pounds (Rp 2,1 Trilyun), plus tambahan sebesar 36 Juta Pounds (Rp 718 Milyar). Sejak kepergiannya dari Anfield, Jurgen Klopp tak juga berhasil datangkan pemain yang bisa menggantikannya.

Namun, menyusul kepergian bintang asal Brasil itu, Liverpool justru berhasil memenangkan gelar Liga Premier, dan menambahkannya dengan gelar Liga Champions ke enam mereka, sehingga sama sekali tak ada yang buruk untuk skuad Anfield.

Keberhasilan Klopp telah meredam kebutuhan akan adanya pemain yang kreatif di tengah lapangan, walau para suporter masih menginginkan The Reds punya ‘Coutinho yang baru’ yang bermain cemerlang di lini tengah tim kesayangan mereka.

Sedangkan Cannonier, pemain muda yang satu ini ternyata pernah terlibat dalam salah satu malam yang paling berkesan sepanjang masa bagi Jurgen Klopp. Saat itu, ia menjadi ball boy saat Liverpool berhasil kalahkan Barcelona, 4-0, yang membuat mereka berhasil membalikkan defisit 0-3 di leg pertama semi-final dan The Reds pun berhasil melaju ke final Liga Champions 2018/19.

Saat itu, pemain muda tersebut baru berusia 15 tahun. Ia dengan cepat melemparkan bola kepada Trent Alexander-Arnold, yang tendangan sudut secepat kilatnya berhasil membuat Barcelona lengah dan Divock Origi sukses mencetak gol kemenangan The Reds dalam pertandingan itu.

Cannonier, sang ball boy, memang mendapat instruksi dari staf pelatih Liverpool agar memberikan bola secepat mungkin saat itu, karena mereka butuh setidaknya tiga gol untuk melaju ke babak final. Instruksi tersebut benar-benar dijalankan Cannonier dengan baik. Demikian diungkapkan Mirror.

Nama Cannonier tiba-tiba mengemuka malam ini, dan permintaan wawancara langsung berdatangan hingga namanya menjadi tren di media sosial dan ia terus-menerus dicegat wartawan yang telah menunggunya di pintu keluar stadion, setelah apa yang dilakukannya untuk skuad Jurgen Klopp ketika itu.

Cetak Hattrick untuk U-18

Namun, pemain berusia 17 tahun itu ingin lebih dikenang di lapangan hijau. Belum lama ini ia sukses mencetak hattrick untuk tim U-18 Liverpool, saat mereka menang 3-0 atas Chester.

Cannonier pun berhasil menunjukkan bakatnya sebagai penyerang papan atas yang tak hanya memiliki keterampilan, tapi juga fokus untuk menjadi torehkan sejarah atas namanya.

Cannonier sendiri bermain di posisi nomor sembilan di laga melawan Chester, tapi ia diyakini bisa memainkan peran apapun di lini depan skuad Jurgen Klopp, dan sangat disukai di sayap kiri. Selain itu, Cannonier juga sangat berperan saat ia diterjunkan di posisi nomor 10 yang lebih dalam.

Menurut The Athletic, Cannonier terlihat memiliki pusat gravitasi yang rendah, kaki yang rumit dan kemampuan dalam lakukan penyelesaian akhir yang luar biasa. Hal inilah yang kemudian dikaitkan dengan permainan Philippe Coutinho, selain itu ia juga bermain cepat saat menguasai bola dan memiliki kecepatan jarak pendek yang menonjol.

Ironisnya, dalam semi-final di Anfield dua tahun lalu, Coutinho menjadi starter untuk Barcelona hingga akhirnya ia kemudian ditarik keluar, tak lama setelah Georginio Wijnaldum menyarangkan gol ketiga bagi The Reds yang berhasil menyamakan agregat kedua tim.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO