Kalah Dari Chelsea, Penampilan Terburuk Leicester City Dari Tiga Musim Terakhirnya

Jika Leicester City tak ingin kehilangan Brendan Rodgers yang diincar Manchester United, manajemen si Rubah perlu bergerak cepat melakukan perbaikan performa tim, setelah kekalahan dari Chelsea tadi malam memastikan ini merupakan musim terburuk mereka dari tiga musim terakhir Liga Inggris.

Usai kekalahan 0-3 dari Chelsea pada Sabtu malam (20/11), Leicester kini menghuni posisi 12 dengan koleksi 15 poin, hasil empat kemenangan, tiga imbang dan lima kekalahan. Angka itu seolah-olah biasa bagi the Foxes tapi Anda bisa terkejut jika melihat performa Rodgers dari dua musim sebelumnya.

Pada musim 2020/21, setelah 12 pekan tim yang berbasis di King Power Stadium itu mengisi posisi ketiga klasemen Premier League dengan koleksi 24 poin, hasil dari delapan kemenangan dan empat kali kalah, satu posisi dan satu poin di bawah Liverpool (25), serta dua ranking dan satu poin di bawah Tottenham Hotspur (25).

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sementara itu pada musim 2019/2020, performa Leicester City bahkan lebih mencengangkan lagi karena setelah pekan ke-12 mereka tengah berada pada ranking kedua klasemen Liga Inggris dengan 26 poin, satu posisi dan delapan poin di bawah Liverpool (34). Pada musim itu, si Rubah mencatatkan delapan kemenangan, dua kali imbang dan dua kali kalah.

Hal ini terasa sangat kontras dengan apa yang ditampilkan oleh Jamie Vardy dan kawan-kawan musim 2021/2022, saat mereka sudah menderita lima kekalahan sejauh ini, termasuk skor 0-3 di tangan Chelsea tadi malam.

Secara khusus the Foxes perlu memperbaiki diri menghadapi situasi bola-bola mati karena mereka sudah delapan kali kebobolan dari situasi sepak pojok atau tendangan bebas, dan lima kali dari sundulan kepala. Hal ini terjadi dalam kasus gol pertama oleh Antonio Rudiger pada menit 14 tadi malam.

Rodgers, yang juga mantan pelatih Liverpool itu, tengah menjadi incaran Red Devils untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Hari-hari terpenting penentuan kepala Solskjaer akan terjadi pada pekan depan di Liga Champions, saat mereka tandang ke Villarreal pada 24 November dan menerima kunjungan tim Swiss Young Boys pada 9 Desember.

Jika Rodgers merasa putus asa dan tidak mendapatkan dukungan manajemen maka bisa saja ia melarikan diri dari situasi buruk ini dan menerima pinangan Manchester United.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO