Kapten Leicester City Salahkan Medsos Soal Rasisme

Kapten Leicester City Salahkan Medsos Soal Rasisme

Gilabola.com – Kapten Leicester City Wes Morgan ikut menyalahkan media sosial soal sulitnya melawan segala aksi rasisme di Liga Inggris.

Kapten dan bek tengah Leicester City, Wes Morgan, mengatakan pelecehan rasisme yang terjadi dalam sepakbola semakin memburuk sejak ia memulai kariernya dan media sosial membuatnya lebih mudah untuk menjadikan pemain target pelecehan rasisme.

Pemain asal Jamaika itu berbicara setelah kualifikasi Euro 2020 Timnas Inggris melawan Bulgaria Stadion Nasional Vasil Levski, Sofia yang dinodai oleh aksi pendukung tuan rumah yang mengejek pemain hitam dengan suara-suara menyerupai monyet dan penghormatan ala Nazi.

“Saya harus mengatakan (pelecehan rasis) menjadi lebih buruk tetapi atas dasar bahwa ketika saya pertama kali memulai bermain tidak ada sama sekali aspek media sosial dalam pelecehan rasisme,” kata Morgan kepada Sky Sports di acara Black History Season.

Kapten Leicester City dapat kesempatan melawan rasisme

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Itu tampaknya menjadi katalisator bagi sebagian besar perilaku rasis yang terjadi. Saat ini cara yang mudah untuk menjadikan pemain target pelecehan sosial dan mengatakan hal-hal negatif, itu sebenarnya adalah masalahnya. Sisi media sosial perlu dijaga.”

Morgan mengatakan ia didekati oleh Premier League untuk menjadi bagian dari komite penasihat BAME (Black, Asian and minority ethnic – Kulit Hitam, Asia dan etnis minoritas) baru mereka yang dibentuk dengan tujuan menangani rasisme dalam olahraga.

“Ini adalah peluang besar dan saya punya sesuatu untuk ditawarkan,” tambah pria berusia 35 tahun itu. “Kami akan mencoba dan membuat perubahan untuk generasi masa depan untuk meningkatkan permainan bagi mereka sehingga lebih mudah bagi mereka untuk datang tanpa harus mendapatkan pelecehan rasisme dalam kapasitas apa pun.”

Musim ini bek veteran berusia 35 tahuh Morgan baru bermain sebanyak tiga kali untuk The Foxes, dua kali Piala Liga dan sekali di Premier League.